Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bawaslu Beberkan Data Daerah Rawan Saat Pilkada Digelar di Tengah Pandemi Covid-19

Bawaslu Beberkan Data Daerah Rawan Saat Pilkada Digelar di Tengah Pandemi Covid-19 Pencoblosan ulang di TPS 18 Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020, Selasa (23/6). Dalam IKP kali ini, Bawaslu turut memasukkan kerawanan Pilkada karena faktor pandemi Virus Corona atau Covid-19.

"Pemutakhiran kali ini, Bawaslu memasukkan konteks pandemi yang kita alami beberapa bulan ini. Pandemi ini memang sangat mempengaruhi penyelenggaraan pilkada," kata Anggota Bawaslu M Afifuddin dalam acara 'Peluncuran Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah dan Update Pemetaan Kerawanan Pemilihan 2020', di Jakarta, yang disiarkan secara virtual, Selasa (23/6).

Hasilnya ada beberapa daerah yang masuk kategori rawan pelaksanaan Pilkada. Daerah yang masuk kategori rawan tinggi adalah Kota Makassar, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Karawang, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, dan Kabupaten Gowa.

Kemudian Kabupaten Sijunjung, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kota Banjarbaru, Kota Ternate, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, Kota Semarang, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Melawi.

Selain itu, ada 146 kabupaten atau kota terindikasi rawan sedang dalam konteks pandemi dan 88 kabupaten kota ada dalam titik rawan rendah.

"Konteksnya adalah untuk mengantisipasi agar kerawanan ini tidak terjadi," ujar Afifuddin.

Provinsi yang masuk kategori rawan tinggi dalam konteks pandemi yakni di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Jambi.

"Konteks pandemi ini yang paling kami petakan untuk diantisipasi hal-hal yang terkait dengan Covid-19 yang akan berkontribusi untuk terjadinya hal-hal yang tidak kami inginkan dan harus diantisipasi," tegasnya.

Bawaslu merekomendasikan beberapa hal dalam konteks kerawanan terkait pandemi pada Pilkada 2020. Mulai dari dukungan anggaran hingga protokol kesehatan. "Maka optimalisasinya mengadakan alat-alat yang dibutuhkan sudah terfasilitasi," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP