Basarnas Evakuasi Jasad WNA Perempuan Korban Banjir di Tibubeneng, Identitas Belum Dipastikan
Basarnas Bali melakukan evakuasi jasad WNA perempuan yang menjadi korban banjir di Tibubeneng, Badung. Identitas korban masih misterius, memicu pertanyaan tentang insiden tragis ini.
Basarnas Bali telah berhasil mengevakuasi jasad seorang warga negara asing (WNA) berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di gorong-gorong Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung. Penemuan tragis ini terjadi setelah wilayah tersebut dilanda banjir, menyebabkan korban tersangkut di lokasi yang sulit dijangkau. Insiden ini menjadi perhatian utama mengingat kondisi cuaca ekstrem yang melanda.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa tim SAR menerima laporan kejadian pada pukul 08.05 Wita dan segera bergerak ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi hujan deras, dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Tim bekerja cepat untuk mengatasi tantangan medan dan cuaca.
Meskipun identitas pasti korban belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan dokumen pengenal, jenazah telah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut. Insiden ini menyoroti dampak serius banjir di kawasan Tibubeneng, serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Detik-detik Evakuasi di Tengah Banjir Tibubeneng
Tim SAR Basarnas Bali menerima informasi mengenai adanya korban yang tersangkut di gorong-gorong Jalan Krisnantara pada pukul 08.05 Wita. Setelah menerima laporan, Basarnas segera memberangkatkan lima personel dari kantor yang berlokasi di Jimbaran untuk melakukan evakuasi jasad WNA Tibubeneng tersebut. Kecepatan respons menjadi kunci dalam upaya penyelamatan ini.
Setibanya di lokasi, tim mendapati posisi korban berada di bawah dan tersangkut pipa gorong-gorong. Ketinggian air saat upaya evakuasi sangat menantang, berkisar di pinggang orang dewasa, membuat proses evakuasi semakin sulit. Kondisi ini memerlukan keahlian khusus dan koordinasi yang baik dari tim di lapangan.
Kondisi hujan yang terus-menerus mengakibatkan debit air semakin lama semakin tinggi, sehingga tim SAR gabungan bersama warga berupaya secepatnya mengevakuasi korban. Nyoman Sidakarya menegaskan bahwa upaya evakuasi jasad WNA Tibubeneng ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan cepat untuk menghindari risiko lebih lanjut. Kerja sama antara berbagai pihak sangat krusial.
Identitas Korban dan Penanganan Lanjut
Saat ditemukan, korban WNA perempuan tersebut masih menggunakan celana panjang berwarna hitam tanpa menggunakan baju, namun tidak ditemukan identitas diri. Hal ini menyulitkan proses identifikasi awal dan menimbulkan pertanyaan mengenai latar belakang korban. Penemuan ini memerlukan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Pada pukul 10.30 Wita, jenazah korban berhasil dievakuasi dan dibawa menuju RSUP Prof Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung. Rumah sakit akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk membantu proses identifikasi dan penentuan penyebab pasti kematian. Proses ini adalah langkah standar dalam penanganan kasus serupa.
Sidakarya menambahkan bahwa selain tim Basarnas, proses evakuasi jasad WNA Tibubeneng ini juga dibantu oleh berbagai pihak. Mereka termasuk Polres Badung, Polsek Kuta Utara, BPBD Bali, BPBD Badung, PMI Badung, Babinkamtibmas Desa Tibubeneng, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat.
Sumber: AntaraNews