Banyak luka di wajah, Gustiawan dipenggal Zumrowi sedang tidur
Banyak luka di wajah, Gustiawan dipenggal Zumrowi sedang tidur. Pelaku diduga mengidap gangguan jiwa.
Tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel telah melakukan visum dan penyambungan leher dan badan korban Gustiawan (40) yang dipenggal pemilik kontrakan Zumrowi (40). Dugaan awal, korban dipenggal pelaku yang diduga mengidap gangguan jiwa saat tidur karena banyak luka parah di bagian wajah.
Dokter Forensik Polda Sumsel, Kompol Mansuri menjelaskan, dugaan itu dilihat dari kondisi tubuh korban dari dada ke kaki, terutama tangan, tidak ditemukan luka. Artinya, saat kejadian berlangsung tidak ada perlawanan dari korban.
"Kemungkinan saat korban tidur lelap karena di tangan tidak ada luka," ungkap Mansuri, Jumat (24/2).
Menurut dia, putusnya leher korban setelah dibacok pelaku berkali-kali. Pelaku juga menyabetkan parang ke wajah sehingga membuat puluhan luka dari kecil hingga cukup parah.
"Jumlahnya puluhan, sudah kita jahit dan penyambungan leher dan tubuhnya," kata dia.
Sementara itu, kakak korban Win Insani (47) meminta polisi tetap mengusut kasus ini hingga tuntas meski pelaku ada gugatan mengidap gangguan jiwa.
"Siapa yang mau tanggung jawab kalau dia (pelaku) gila? Kami tidak yakin dia gila beneran, bisa saja ngilo-ngilo (pura-pura gila)," tegas Win.
Dijelaskannya, korban memiliki istri dan seorang anak perempuan berusia lima tahun. Adiknya itu juga merupakan tulang punggung keluarga yang semakin membuat anak istrinya terpukul.
"Kami minta diusut, dia (pelaku) harus dihukum," kata dia.
Atas permintaan keluarga, jenazah korban dibawa pulang dan dimakamkan di tempat kelahirannya di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, dibuat heboh dengan aksi Zumrowi yang menenteng potongan kepala manusia yang habis digoroknya dan menenteng keliling kampung, Kamis (23/2) sore.
Warga pun berhamburan keluar rumah menyaksikan pemandangan tersebut. Lalu, pelaku memasukkan potongan kepala itu ke ember bekas cat dan membawanya ke jalan raya. Warga tak berani mengamankan pelaku.
Petugas kepolisian setempat berhasil mencegat pelaku dan menggiringnya ke kantor polisi yang berada tak jauh dari lokasi. Saat kepala itu diangkat dari ember, ternyata korban tak lain adalah warga yang mengontrak di bedeng milik pelaku.
Baca juga:
Pelaku pemenggalan di Banyuasin jalani tes psikologi
Hendak diamankan polisi, pembawa kepala manusia kibaskan parang
Begal sadis beraksi di Sumsel, wanita hamil 9 bulan tewas ditembak
Sidang tuntutan kasus 2 WNA pembunuh polisi digelar di PN Denpasar
Banyuasin dihebohkan orang menenteng kepala manusia keliling kampung
Pembawa kepala manusia keliling kampung di Banyuasin gangguan jiwa
Sudah 2 bulan, debt collector bunuh warga Palembang belum tertangkap