Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hendak diamankan polisi, pembawa kepala manusia kibaskan parang

Hendak diamankan polisi, pembawa kepala manusia kibaskan parang Polisi penangkap penenteng kepala manusia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Zumrowi (44) membuat warga kampungnya heboh karena keliling kampung sambil menenteng kepala tetangganya, Gustiawan (40) yang dibunuhnya. Beruntung, pelaku yang membawa parang segera ditangkap polisi.

Dia adalah Brigpol D Irawan, Kepala Pos Polisi Kenten Banyuasin. Di saat warga ketakutan melihat pemandangan itu, Irawan justru mendekat dengan tangan kosong.

Irawan menceritakan aksinya menenangkan dan menangkap pelaku. Dia mengaku spontan begitu mendengar teriakan warga dan melihat pelaku berjalan kaki sambil membawa potongan kepala dan parang sepanjang 70 sentimeter.

"Nekat saja, karena orang-orang pada takut mendekat. Parang, pakaian, badan pelaku penuh darah semua," ungkap Irawan kepada merdeka.com, Kamis (23/2).

Tak ingin situasi makin parah, Irawan mencoba mendekati pelaku. Usahanya berkali-kali gagal karena pelaku mengibaskan parang itu ke arah Irawan.

Tak habis akal, Irawan menenangkan pelaku dengan alasan jiwanya bakal terancam jika tak mengindahkan permintaannya. Sebab, warga sekitar telah berkerumun di lokasi.

"Saya tenangkan, dia nurut. Dia bilang ya sudah, ya sudah, habis itu dia taruh parangnya dibawa dan akhirnya saya bawa ke pos," kata dia.

Begitu tiba di pos, Irawan mengamankan ember bekas cat berisi potongan kepala korban. Dilihatnya, darah segar menggenangi seperempat isi ember itu.

"Tadinya dia tenteng, habis itu dimasukkan ke ember itu sambil bawa parang. Waktu di pos, dia mau kabur lihat orang banyak, untung warga tidak emosi tahu kalau pelaku kena gangguan jiwa," kata dia.

Keluarga pelaku, Bay (43) membenarkan Zumrowi mengidap gangguan jiwa dan pernah dipasung lima tahun lalu. Setiap tiga bulan sekali, keluarganya membawa pelaku berobat ke Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar Palembang.

"Kalau kumat paling marah-marah sama istrinya. Makanya, tiga kali menikah cerai terus, mantan istrinya tidak tahan," kata Bay.

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin, Kompol Erwin S Manik mengatakan, barang bukti yang diamankan berupa parang sepanjang 70 sentimeter, ember bekas, satu unit ponsel milik pelaku, dan kartu identitas korban.

"Kita dalami dulu, tetangga korban akan dimintai keterangan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, dibuat heboh dengan aksi Zumrowi yang menenteng potongan kepala manusia yang habis digoroknya dan menenteng keliling kampung, Kamis (23/2) sore.

Warga pun berhamburan keluar rumah menyaksikan pemandangan tersebut. Lalu, pelaku memasukkan potongan kepala itu ke ember bekas cat dan membawanya ke jalan raya. Warga tak berani mengamankan pelaku.

Petugas kepolisian setempat berhasil mencegat pelaku dan menggiringnya ke kantor polisi yang berada tak jauh dari lokasi. Saat kepala itu diangkat dari ember, ternyata korban tak lain adalah warga yang mengontrak di dekat rumah pelaku. Korban bernama Agustiawan (40), seorang buruh bangunan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP