Banjir Rendam Puskesmas Kasemen Serang, Layanan Kesehatan Terganggu Sejak Jumat Malam
Puskesmas Kasemen di Kota Serang terendam banjir parah sejak Jumat malam, mengakibatkan layanan kesehatan vital terganggu dan sejumlah pasien terpaksa dirujuk.
Puskesmas Kasemen di Kota Serang, Banten, mengalami gangguan operasional layanan kesehatan yang signifikan setelah seluruh area fasilitas tersebut terendam banjir sejak Jumat (2/1/2026) malam. Genangan air parah ini mengganggu aktivitas medis dan membuat pasien kesulitan mendapatkan penanganan yang optimal. Kondisi darurat ini telah menarik perhatian pihak berwenang setempat.
Menurut Iwan Kuswono, Kepala Sub-Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Kasemen, air mulai naik di area parkiran saat waktu Maghrib dan merangsek masuk ke dalam gedung antara pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Ketinggian air di dalam ruangan mencapai di atas mata kaki orang dewasa, merata hingga ke bagian belakang gedung. Situasi ini tentu sangat menyulitkan bagi staf dan pasien.
Iwan menjelaskan bahwa besar kemungkinan air berasal dari luapan kali karena adanya perlintasan selokan di tengah puskesmas yang terhubung langsung ke perkampungan di belakang. Saluran drainase tersebut terendam sepenuhnya, menghambat aliran air keluar. Meskipun demikian, kondisi air dilaporkan sudah berangsur surut karena arus sungai yang deras membantu mendorong air keluar.
Dampak Serius Banjir Terhadap Pelayanan Kesehatan Puskesmas Kasemen
Dampak langsung dari genangan air ini adalah terhambatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Kasemen secara menyeluruh. Iwan Kuswono mengungkapkan bahwa pada Jumat malam, seorang pasien yang hendak melahirkan terpaksa dirujuk ke fasilitas lain atau memilih pulang karena kondisi puskesmas yang tidak memungkinkan untuk penanganan persalinan. Ini menunjukkan betapa krusialnya gangguan yang terjadi.
Meskipun demikian, layanan vital seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan persalinan tetap diupayakan buka, namun dengan penyesuaian situasi dan kondisi lapangan. Seluruh area Puskesmas Kasemen yang tergenang air menimbulkan tantangan besar bagi tenaga medis untuk memberikan pelayanan optimal. Prioritas utama adalah keselamatan pasien dan staf dalam kondisi darurat banjir ini.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pihak Puskesmas Kasemen telah sigap mengamankan seluruh peralatan medis dan elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Langkah ini diambil untuk melindungi aset penting dan memastikan peralatan esensial tetap berfungsi setelah banjir surut. Namun, sejumlah Alat Tulis Kantor (ATK) seperti kertas, map, dan amplop, dilaporkan rusak terendam air karena tidak sempat diselamatkan.
Upaya Penanganan dan Pemulihan Pasca-Banjir di Puskesmas Kasemen
Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Puskesmas Kasemen telah meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan tersebut pada hari Sabtu (3/1/2026). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan langkah penanganan selanjutnya dan mengevaluasi kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir. Koordinasi lintas sektor kemungkinan akan dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan.
Meski air sudah berangsur surut, proses pembersihan dan sterilisasi area Puskesmas Kasemen akan menjadi prioritas utama untuk mencegah penyebaran penyakit. Lingkungan yang lembap dan kotor pasca-banjir dapat menjadi sarang kuman dan bakteri. Oleh karena itu, upaya pemulihan harus mencakup aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan secara menyeluruh.
Gangguan layanan akibat banjir ini tentu berdampak pada masyarakat sekitar yang bergantung pada Puskesmas Kasemen sebagai fasilitas kesehatan primer. Diharapkan, dengan penanganan cepat dan tepat, operasional puskesmas dapat segera pulih sepenuhnya. Informasi terkini mengenai status layanan akan terus disampaikan kepada publik untuk menghindari kebingungan dan memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang dibutuhkan.
Sumber: AntaraNews