Banjir Landa Sukabumi, Lebih dari 500 Rumah Terendam
Data harian Pusdalops BPBD Jawa Barat, menunjukan dampak paling besar terjadi di Kecamatan Cisolok dan Cikakak.
Ilustrasi banjir. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
)Banjir melanda sejumlah desa di kawasan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ini menyusul turunnya hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (27/10).
Data harian Pusdalops BPBD Jawa Barat, menunjukan dampak paling besar terjadi di Kecamatan Cisolok dan Cikakak.
Adapun kejadian bencana meliputi desa Desa Margalaksana, Cileungsing, Cikelat, Cisolok, Karangpapak, Wangunsari, dan Cikahuripan.
Sedikitnya ada 500 bangunan terendam di Desa Cikahuripan. Sebanyak 55 Kepala Keluarga (KK) terdampak atau 1.500 jiwa dilaporkan mengungsi ke SDN 1 Cisolok.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten Sukabumi kota untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi serentak akibat cuaca ekstrem.
Tim di lapangan melakukan asesmen cepat, mendirikan posko, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak.
“Situasi saat ini masih terkendali, namun kami tetap siaga mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan,” katanya Selasa, (28/10).
Selain di Sukabumi, cuaca ekstrem juga memicu kejadian bencana di Kabupaten Bogor dan Karawang.
Di Bogor, hujan deras disertai angin kencang memicu kejadian tanah longsor di sejumlah desa. Di Kelurahan Sukasari dan Paledang, satu fasilitas umum dilaporkan terdampak. Adapun di Kelurahan Bantarjati, sebuah rumah mengalami kerusakan sedang akibat tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa longsor juga terjadi di Kelurahan Bondongan, Tanah Baru, dan Kedung Waringin. Dua rumah mengalami rusak berat dan sepuluh rumah lainnya rusak sedang. Selain itu, ada satu tempat ibadah serta beberapa fasilitas umum yang ikut terdampak.
Di Bondongan sendiri, sebanyak 18 kepala keluarga atau 65 jiwa terdata terkena dampak. Tim TRC-PB BPBD Kota Bogor bersama TNI, Polri, dan warga telah melakukan penanganan darurat serta kerja bakti di lokasi.
Di Kabupaten Karawang, hujan lebat menyebabkan Sungai Cibeet dan Ci Dawolong meluap hingga menggenangi sekitar 50 rumah di Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Bencana banjir itu berdampak pada 60 kepala keluarga atau 180 jiwa. BPBD Karawang bersama perangkat daerah terkait langsung melakukan asesmen serta pemantauan situasi di lapangan.
Terkait tren bencana ini, Hadi mengimbau masyarakat terutama di daerah rawan bencana seperti banjir dan longsor agar berjaga dan senantiasa waspada. Ia juga mengimbau agar melaporkan temuan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.
“Kewaspadaan dini dan pelaporan cepat dari warga sangat membantu tim kami untuk bergerak dan melakukan penanganan dengan efektif,” katanya.
Hadi menambahkan, BPBD Jawa Barat dan daerah terus melakukan pemantauan terhadap potensi bencana lanjutan. Personel bersiaga, termasuk dalam memastikan ketersediaan alat dan logistik yang diperlukan di lapangan.