Banjir Jakarta Timur: 46 RT Masih Terendam, BPBD DKI Imbau Warga Waspada
Banjir Jakarta Timur melanda 46 Rukun Tetangga (RT) setelah diguyur hujan deras dan meluapnya sejumlah sungai. BPBD DKI Jakarta terus memantau kondisi dan mengimbau warga untuk waspada.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa 46 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur masih terendam banjir hingga Minggu (22/3) pukul 10.00 WIB. Genangan air ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang mengguyur ibu kota serta meluapnya beberapa aliran sungai. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter di berbagai lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir ini adalah intensitas curah hujan yang tinggi dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, serta Kali Sunter. Kondisi ini telah menyebabkan gangguan signifikan bagi aktivitas warga di sejumlah kelurahan. Pihak berwenang terus berupaya melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan.
Insiden Banjir Jakarta Timur ini terjadi setelah hujan deras melanda DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3), memicu kenaikan muka air di beberapa pos pantau. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan penanganan yang efektif.
Penyebab dan Dampak Banjir Jakarta Timur
Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3) menjadi pemicu utama terjadinya genangan di berbagai titik. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya tiga kali besar, yaitu Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter. Akibatnya, muka air di beberapa pos pantau mengalami peningkatan signifikan dalam waktu singkat.
Peningkatan tinggi muka air tercatat pada Pos Pesanggrahan Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pos Cipinang Hulu Siaga 3 pukul 18.00 WIB, dan Pos Sunter Hulu Siaga 2 pukul 18.00 WIB. Selain itu, Pos Krukut Hulu juga mencapai Siaga 3 pada pukul 19.00 WIB, menandakan kondisi yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Kenaikan muka air ini secara langsung menyebabkan terjadinya Banjir Jakarta Timur yang meluas.
Sebanyak 46 RT di Jakarta Timur terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter. Sebaran RT yang terendam meliputi beberapa kelurahan, menunjukkan dampak yang cukup luas dari kejadian ini. Rincian kelurahan yang terdampak adalah:
- Kelurahan Cilangkap: 5 RT
- Kelurahan Munjul: 2 RT
- Kelurahan Cibubur: 6 RT
- Kelurahan Ciracas: 16 RT
- Kelurahan Cipinang Muara: 2 RT
- Kelurahan Dukuh: 5 RT
- Kelurahan Cipinang Melayu: 6 RT
- Kelurahan Baru: 1 RT
- Kelurahan Pekayon: 2 RT
Dampak Banjir Jakarta Timur ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian material bagi warga. BPBD DKI Jakarta terus melakukan pendataan untuk memastikan semua area terdampak mendapatkan perhatian.
Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD DKI Jakarta
Menyikapi kondisi Banjir Jakarta Timur, BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah cepat dan terkoordinasi. Personel dikerahkan ke lapangan untuk memonitor secara langsung kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. Pemantauan ini penting untuk mendapatkan data akurat dan respons yang tepat.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan sejumlah dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan penyedotan genangan air dapat dilakukan secepatnya dan tali-tali air berfungsi dengan optimal guna mempercepat surutnya banjir.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap potensi genangan air yang mungkin terjadi. Kesiapsiagaan warga sangat penting dalam menghadapi situasi darurat seperti Banjir Jakarta Timur.
Dalam keadaan darurat atau membutuhkan bantuan, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan darurat ini tersedia secara gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop, siap membantu warga yang terdampak banjir.
Sumber: AntaraNews