Bangun Kultur Birokrasi, PNS Didorong Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pelayanan Masyarakat
Sektor pabrik atau industri di Indonesia 50 persen-nya telah digeser oleh AI atau kecerdasan buatan.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini menjadi sebuah pendekatan yang baru dalam pengelolaan data di dunia birokrasi. Transformasi dari pengelolaan data secara manual, menjadi pengelolaan berbasis AI menjadi lompatan dan sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat sehari-hari.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq membeberkan data bahwa sektor pabrik atau industri di Indonesia 50 persen-nya telah digeser oleh AI, berdasarkan kategori pekerjaan, faktanya dari 45 juta pekerjaan akan terdampak hilang dan musnah.
"Tentunya bagi negara sebesar Indonesia, fakta mengejutkan ini sangat sangat penting dan kita harus mengubah kultur dengan teknologi dan belajar menguasai AI karena Indonesia pemakai terbesar nomor 3 terbesar di dunia, yang berarti customer AI di Indonesia ini sangat besar sekaligus menjadi sebuah tantangan bagi birokrasi yang harus terdepan memanfaatkan AI untuk bertransformasi di pelayanan publik dan pembuatan kebijakan," ucap Taufiq di Jakarta, Selasa (5/8).
LAN sendiri kembali menggelar LAN Datathon 2025, dan tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya. Datathon tahun ini bertujuan menghadirkan solusi kreatif dan inovatif berbasis data untuk menjawab isu-isu pembangunan nasional yang sangat relevan seperti penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi administrasi pemerintahan, hingga penguatan inovasi pelayanan publik.
"Kegiatan Demo Day hari ini adalah acara yang terinspirasi dari masifnya perkembangan AI dan momentum HUT ke-68 LAN. Demo Day ini adalah sebuah kegiatan yang subtantif dan membangun, bukan sekadar kegiatan kompetisi yang kompetitif. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk melihat fakta bahwa AI bukan lagi 'barang mewah' namun menjadi sebuah bagian dari kehidupan," katanya.
Visualisasi Data
Dalam gelaran LAN Datahon, para peserta tidak hanya ditantang menganalisis data tapi juga menyibakkan suatu visualisasi data yang bahkan gagasan-gagasan baru yang lahir dari eksplorasi dengan menggunakan AI.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Head of Government Engagement and Advocacy, Tanoto Foundation, Antony Lee, yang mengapresiasi gelaran LAN Datathon 2025 dan kebanggaannya bahwa Tanoto Foundation telah membersamai LAN dalam menyelengarakan kegiatan ini sebagai program unggulan yang tak henti-hentinya munculkan inovasi untuk mendorong perbaikan kondisi birokrasi dari sisi penggunaan teknologi di Indonesia.
"LAN Dataton bisa dikatakan menjadi platform unggulan inisiatif dari LAN untuk menjawab transformasi digital dan teknologi, pertanyaannya bagaimana teknologi itu dipahami, dilihat secara kritis, dan kemudian coba didekati dengan pendekatan solutif melihat gap yang ada dalam berbagai pelayanan publik Indonesia. Kemudian bagaimana teknologi dimanfaatkan semaksimal mungkin agar mempercepat proses pembijakan yang berbasis pada data yang kemudian yang bisa membantu menghasilkan kebijakan dan pelayanan publik yang efektif, efisien dan berdampak pada masyarakat," katanya.