Balas Dendam Spektakuler! Alcaraz Kalahkan Djokovic di Semifinal US Open, Selangkah Lagi Rebut Gelar dan Peringkat 1 Dunia
Carlos Alcaraz Kalahkan Djokovic dalam laga sengit semifinal US Open, membalas kekalahan sebelumnya dan kini berpeluang meraih gelar keenam serta kembali ke peringkat satu dunia.
Carlos Alcaraz berhasil menorehkan sejarah baru di ajang US Open 2024. Petenis muda asal Spanyol ini sukses mengalahkan rival beratnya, Novak Djokovic, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Arthur Ashe pada Jumat (5/9) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Kemenangan ini membawa Alcaraz melaju ke final turnamen major ketujuhnya, sekaligus final US Open kedua dalam kariernya. Pertandingan yang berlangsung selama dua jam 25 menit ini berakhir dengan skor 6-4, 7-6(4), 6-2 untuk keunggulan Alcaraz, menunjukkan dominasinya di lapangan.
Keberhasilan ini tidak hanya mengantarkan Alcaraz ke babak puncak, tetapi juga menjadi ajang balas dendam atas kekalahannya dari Djokovic di Australian Open dan Olimpiade Paris 2024. Kini, Alcaraz selangkah lagi menuju gelar Grand Slam keenamnya dan berpeluang kembali menduduki peringkat nomor satu dunia.
Perjalanan Dramatis Alcaraz Menuju Final
Dalam pertandingan krusial ini, Carlos Alcaraz menunjukkan mental juara yang luar biasa. Meski menghadapi petenis sekaliber Novak Djokovic, Alcaraz mampu menjaga level permainannya dari awal hingga poin terakhir, sebuah aspek yang ia soroti pasca-pertandingan.
"Rasanya luar biasa. Sekali lagi di final US Open, rasanya luar biasa," ujar Alcaraz usai pertandingan, seperti disiarkan ATP. Ia menambahkan, "Ini sangat berarti bagi saya. Hari ini, saya bisa bilang ini bukan level terbaik turnamen ini bagi saya, tetapi saya tetap menjaga level permainan yang baik dari awal hingga poin terakhir."
Alcaraz juga menyoroti pentingnya servis dalam strateginya. "Saya melakukan servis dengan cukup baik, saya pikir itu sangat, sangat penting. Berusaha memainkan pertandingan yang sangat fisik dan saya rasa saya berhasil," jelas petenis Spanyol tersebut, yang berhasil bangkit dari ketertinggalan 0-3 di set kedua untuk memimpin dua set krusial.
Dominasi Alcaraz terlihat jelas saat ia mengendalikan tempo permainan dengan pukulan-pukulannya yang presisi. Djokovic, yang tampak kesulitan secara fisik di set ketiga, tidak mampu membendung serangan-serangan Alcaraz, yang pada akhirnya memuluskan langkahnya ke final.
Dampak Kemenangan dan Perebutan Peringkat Dunia
Kemenangan atas Novak Djokovic ini memperbaiki catatan head-to-head Carlos Alcaraz menjadi 4-5 melawan petenis Serbia tersebut. Ini juga memperpanjang catatan kemenangan beruntun Alcaraz menjadi 12 pertandingan, menunjukkan konsistensi performanya di turnamen-turnamen besar.
Unggulan kedua ini telah mencapai final di delapan turnamen terakhir yang diikutinya sejak Monte Carlo pada April, termasuk kemenangan di Cincinnati bulan lalu. Performa impresif ini menempatkannya dalam posisi yang sangat strategis untuk meraih gelar Grand Slam keenamnya.
Peluang Alcaraz untuk kembali ke peringkat nomor satu dunia sangat terbuka lebar. Jika Jannik Sinner gagal melaju ke final US Open, Alcaraz secara otomatis akan kembali menduduki posisi puncak pada Senin (8/9), untuk pertama kalinya sejak September 2023.
Namun, jika Sinner berhasil mencapai final, Alcaraz, juara US Open 2022, harus mengangkat trofi untuk melampaui petenis Italia tersebut, yang telah menduduki posisi puncak sejak Juni 2024. Dengan 60 kemenangan dan enam gelar pada 2025, Alcaraz berada dalam jalur yang baik untuk melampaui rekor terbaiknya pada 2023.
Alcaraz sendiri telah memastikan tiketnya ke ATP Finals, yang akan diselenggarakan pada 9-16 November di Turin. Ini menjadi bukti lebih lanjut atas konsistensi dan dominasinya di musim ini, menjadikannya salah satu kandidat terkuat untuk mengakhiri tahun sebagai petenis nomor satu dunia.
Sumber: AntaraNews