LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bakamla lahan basah, anggota DPR tak kaget pejabatnya ditangkap KPK

Bakamla lahan basah, anggota DPR tak kaget pejabatnya ditangkap KPK. Dimyati meyakini Eko Susilo tak bermain sendiri dalam kasus ini. Dia mengatakan, ada institusi lain yang bermain bersama Eko Susilo. Sebab, kata dia, tak mungkin praktik korupsi di Bakamla dilakukan hanya dengan tangan sendiri.

2016-12-15 19:04:00
Bakamla RI
Advertisement

Anggota Komisi I DPR Dimyati Natakusumah mengaku tak kaget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi. Dimyati menyebut, Bakamla merupakan 'lahan basah' yang rentan terjadi praktik korupsi.

"Saya tidak aneh ya. Saya sampaikan berkali-kali ada penjarahan uang negara (di Bakamla)" kata Dimyati di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/2).

Dimyati meyakini Eko Susilo tak bermain sendiri dalam kasus ini. Dia mengatakan, ada institusi lain yang bermain bersama Eko Susilo. Sebab, kata dia, tak mungkin praktik korupsi di Bakamla dilakukan hanya dengan tangan sendiri.

"Tidak sendiri, kadang-kadang dengan si pemilik barang bermain, dengan pengusaha dengan cukong. Ada instansi kepolisian dan kejaksaan tapi masih banyak yang bersih. Nah oknumnya itu yang saling mendukung," katanya.

Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz ini mendukung penuh KPK dalam memberantas habis praktik korupsi di Bakamla. Hal ini agar uang negara tak lagi dimakan oleh para pejabatnya.

"Harus tuntas. Ini karena hanya tak Bakamla yang main," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang dan uang setara dua miliar dalam operasi tangkap tangan melibatkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang tersebut terkait suap dalam proyek pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla.

"Pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla tahun 2015 dengan sumber pengadaan di APBN-P tahun 2016," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/12).

Menurut Agus, empat orang yaitu Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi, HST, MAO dan FD dari pihak swasta ditangkap di tempat terpisah di Jakarta. Ke empatnya kini telah menjadi tersangka dan ditahan Rutan KPK cabang Guntur dan Rutan Polres Jakarta Selatan.

"Total uang setara Rp 2 miliar dalam mata uang SGD dan USD diamankan dalam operasi itu," kata Agus.

Baca juga:
Ini uang Rp 2 miliar yang disita KPK terkait OTT Bakamla
OTT pejabat Bakamla terkait pengadaan alat monitoring satelit
KPK tangkap tangan pejabat Bakamla
OTT Pejabat Bakamla, KPK sita dolar Singapura setara Rp 2 miliar
KPK tetapkan 4 tersangka terkait OTT pejabat Bakamla
Kepala Bakamla: Saya tak tolerir tindakan perkaya diri sendiri
Kabakamla soal anak buah kena OTT: Proyek mana sih yang dimainkan?

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.