Badan Geologi Pastikan Tak Ada Paparan Gas Vulkanik Berbahaya di Sekitar Glamping Posong
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa meninggalnya satu keluarga yang ditemukan di area perkemahan itu bukan disebabkan oleh paparan gas vulkanik.
Badan Geologi memastikan tidak menemukan adanya kandungan gas vulkanik berbahaya di sekitar kawasan Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa meninggalnya satu keluarga yang ditemukan di area perkemahan itu bukan disebabkan oleh paparan gas vulkanik, sehingga penyelidikan kini mengarah pada kemungkinan faktor lain sebagai penyebab tragedi.
"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melalui keterangan yang diterima pada Jumat (29/5/2026) malam.
"Selain itu, vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya," lanjut dia.
Konsentrasi Karbondioksida
Dari hasil pengecekan, sambung Lana, konsentrasi karbondioksida (CO2) berada pada angka 0,03 persen. Lalu, hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau berada pada angka 0 ppm. Di sisi lain, status Gunung Sindoro pun dipastikan masih berada dalam Level I Normal.
"Pada saat ini aktivitas Gunung Sindoro pada tingkat normal," ujar dia.
Sebelumnya, empat anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping di kawasan wisata alam Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5).
Mengalami Keracunan
Mereka adalah Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), serta dua anak mereka, Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21).
Polisi menduga para korban mengalami keracunan dari perlengkapan barbeque yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut. Sampel makanan telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut.