Asyik Main Handphone di Depan Rumah, Bocah di Gowa Terkena Peluru Nyasar
Agus menduga korban terkena peluru senapan angin untuk menembak burung.
Kejadian naas dialami bocah inisial R (7), terkena peluru nyasar dari senapan angin saat asik bermain handphone dengan sepupunya di depan rumah di Kompleks Bonewa Estate, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Akibat terkena peluru nyasar tersebut, tulang terkorak R retak.
Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gowa Inspektur Dua Agus membenarkan terkait kejadian seoraang anak terkena peluru nyasar. Agus menduga korban terkena peluru senapan angin untuk menembak burung.
"Iya, kejadiannya Sabtu (22/11) kemarin, pukul 15.30 Wita. Orang tua korban datang melapor pada Minggu (23/11)," ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/11).
Melakukan penyelidikan
Agus mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku. Meski demikian, ia memastikan korban terkena peluru senapan angin.
"Tim sedang mendalami terkait beberapa orang pelakunya. Pemeriksaan dari rumah sakit, peluru tersebut jenis peluru senapan angin," ucapnya.
Bermain handphone
Sementara ibu korban, Fitriani menjelaskan sebelum kejadian, anaknya sedang bermain handphone dengan sepupunya di depan rumah. Saat itu, anaknya mendengar dua kali suara tembakan sebanyak dua kali dari kejauhan.
"Tiba-tiba (peluru) mengenai kepalanya pada bagian jidat. Kata dokter tertancap di tengkorak. Itu hari dia dijahit dua jahitan," ujarnya.
Fitriani mengaku awalnya dirinya tidak mengetahui jika anaknya terkena peluru. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah kakak melihat kepalanya berdarah.
"Dia pulang ditolong sama kakaknya, sama tetangga rumah. Katanya sudah penuh darah, mukanya sama bajunya," bebernya.
Fitriani mengaku melihat ada dua orang yang masuk daerah perumahan dengan membawa senapan angin. Berdasarkan penyampain dokter, anaknya terkena peluru senapan angin kaliber 0,5 mm.
"Ada yang lihat terduga pelaku masuk ke perumahan. Sekitar dua orang bawa senapan (angin) panjang," tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, kata Fitriani, anaknya mengalami retak tulang tengkorak. Hal tersebut berdasarkan hasil CT scan.
"Kata dokter retak, karena kemarin enggak sempat (operasi). Saya suruh CT scan, karena terkendala dana," ucapnya.