Asesmen BAN-PT Perkuat Akreditasi S3 Peternakan Lahan Kering Undana Jelang Transisi LAM
Tim asesor BAN-PT meninjau Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Universitas Nusa Cendana, menegaskan keunggulan **Akreditasi S3 Peternakan Lahan Kering Undana** di tengah transisi sistem akreditasi nasional yang akan beralih ke Lembaga Akreditasi Mandiri.
Tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tengah melakukan penilaian terhadap Program Studi Doktor (S3) Ilmu Peternakan di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Visitasi ini berlangsung pada Senin, 2 Februari, di Aula Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana dan menjadi bagian penting dari proses akreditasi. Proses ini merupakan bagian krusial dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Penilaian ini bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen evaluasi diri yang diajukan dengan kondisi faktual di lapangan. Aspek yang ditinjau meliputi tata kelola akademik, kualifikasi sumber daya manusia, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Akreditasi ini juga menjadi cerminan relevansi program studi terhadap kebutuhan pembangunan.
Menurut Wakil Rektor Akademik Undana, Prof. Annytha Detha, asesmen ini menjadi akreditasi terakhir melalui BAN-PT sebelum sistem beralih ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Transisi ini dijadwalkan berlaku mulai 7 Februari 2026, khususnya untuk rumpun ilmu pertanian, perikanan, dan peternakan.
Transisi Akreditasi dan Pentingnya Mutu Pendidikan Tinggi
Prof. Annytha Detha menjelaskan bahwa proses akreditasi ini berlangsung di tengah masa transisi penting dalam sistem akreditasi nasional. Sesuai ketentuan baru, rumpun ilmu pertanian, perikanan, dan peternakan akan diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) mulai 7 Februari 2026. Perubahan ini menandai evolusi dalam standar penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah cerminan nyata dari mutu penyelenggaraan pendidikan. Proses ini juga menunjukkan relevansi program studi terhadap kebutuhan pembangunan daerah dan dunia kerja yang terus berkembang. Oleh karena itu, Undana berkomitmen penuh untuk mencapai hasil akreditasi optimal.
Tim asesor BAN-PT secara teliti memverifikasi berbagai aspek, mulai dari tata kelola akademik yang efektif hingga ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Mereka juga meninjau kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh program studi. Penerapan sistem penjaminan mutu internal juga menjadi fokus utama dalam penilaian ini.
Keunggulan Peternakan Lahan Kering Undana dalam Riset Doktoral
Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama dan mendapat perhatian khusus adalah kekhasan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Undana. Program ini memiliki fokus yang kuat pada pengembangan **peternakan lahan kering**, sebuah pendekatan yang sangat relevan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur. Keunikan ini menjadi pembeda signifikan.
Karakteristik ini dinilai sebagai keunggulan kompetitif Undana dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia. Umumnya, perguruan tinggi lain lebih banyak mengembangkan sistem peternakan di wilayah beriklim basah. Fokus pada peternakan lahan kering menunjukkan adaptasi dan inovasi Undana terhadap kondisi geografis lokal.
Asesor juga mengevaluasi penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dalam program studi. Mereka menilai kualitas riset doktoral yang dihasilkan dan bagaimana kinerja lulusan mampu menjawab tantangan pengembangan peternakan di wilayah kering dan semi-arid. Ini menunjukkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan lapangan.
Dampak Strategis Akreditasi bagi Mahasiswa dan Kepercayaan Publik
Prof. Annytha Detha menambahkan bahwa capaian akreditasi yang optimal memiliki dampak strategis yang luas. Salah satunya adalah terhadap keberlanjutan akses pendanaan bagi mahasiswa, termasuk beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Akreditasi yang baik membuka lebih banyak kesempatan.
Akreditasi yang unggul menjadi syarat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Undana. Selain itu, status akreditasi yang kuat juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pendanaan pendidikan dan riset yang kompetitif. Hal ini sangat krusial bagi keberlangsungan studi.
Undana menyatakan optimismenya bahwa hasil visitasi ini akan semakin memperkuat posisi Program Studi Doktor Ilmu Peternakan. Harapannya, program ini akan menjadi pusat unggulan riset dan inovasi **peternakan lahan kering** di kawasan timur Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Sumber: AntaraNews