LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Asa Juara Ganda Putra Pupus, Raymond Joaquin Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026

Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus menelan pil pahit setelah gagal menjuarai Indonesia Open 2026, mengakhiri harapan tuan rumah di turnamen bergengsi ini.

Minggu, 07 Jun 2026 21:00:59
raymond joaquin
Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus menelan pil pahit setelah gagal menjuarai Indonesia Open 2026, mengakhiri harapan tuan rumah di turnamen bergengsi ini. (AntaraNews)
Advertisement

Harapan tuan rumah untuk mengamankan gelar juara di ajang bergengsi Indonesia Open 2026 harus pupus setelah pasangan ganda putra andalan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, gagal menaklukkan lawan di partai final. Pertandingan puncak ini berlangsung sengit di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/6) sore. Kekalahan ini membuat Indonesia kembali harus menunda impian meraih gelar di sektor ganda putra pada turnamen kandang sendiri.

Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang merupakan unggulan ketujuh, setelah bertarung dalam tiga gim yang menegangkan. Mereka harus puas menempati posisi runner-up dengan skor akhir 21-13, 18-21, 10-21. Hasil ini tentu menjadi pukulan berat bagi pasangan muda Indonesia tersebut dan para penggemar bulutangkis Tanah Air.

Kekalahan ini terasa semakin menyesakkan mengingat Raymond/Joaquin sempat berada sangat dekat dengan trofi juara, menunjukkan performa dominan di awal pertandingan. Momentum yang sempat mereka genggam perlahan sirna, memberikan kesempatan bagi lawan untuk bangkit dan membalikkan keadaan. Perjuangan keras mereka di lapangan tidak cukup untuk mengunci kemenangan di hadapan publik sendiri.

Perjalanan Dramatis di Final

Pada gim pertama, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil sangat dominan, mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal. Mereka menunjukkan permainan cepat, rapi dalam adu drive, serta berani mengambil inisiatif serangan yang agresif. Pasangan Indonesia ini berhasil unggul jauh 17-8 sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13, memimpin jalannya laga.

Advertisement

Peluang untuk meraih gelar juara Indonesia Open 2026 semakin terbuka lebar bagi Raymond Joaquin Indonesia Open 2026 saat gim kedua dimulai. Mereka kembali menunjukkan performa menjanjikan dengan memimpin 12-7, dan kemudian memperlebar jarak menjadi 14-9. Para pendukung di Istora pun semakin bersemangat melihat performa apik wakil tuan rumah tersebut.

Namun, momentum positif itu perlahan menghilang seiring berjalannya gim kedua. Pasangan Malaysia, Goh/Izzuddin, mulai menaikkan tempo permainan mereka, memberikan tekanan balik. Di sisi lain, Raymond/Joaquin beberapa kali melakukan kesalahan sendiri pada poin-poin krusial, membuat keunggulan mereka terkikis.

Advertisement

Keunggulan 14-9 yang sempat mereka genggam berubah menjadi 14-14, menandakan pergeseran momentum yang signifikan. Tekanan kemudian berbalik sepenuhnya ke arah pasangan Indonesia, menyebabkan mereka kehilangan ketenangan. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akhirnya menyerah di gim kedua dengan skor 18-21, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Asa Tuan Rumah dan Rekor Pertemuan

Memasuki gim penentuan, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin tampil semakin percaya diri, memanfaatkan momentum yang telah mereka rebut. Sebaliknya, Raymond/Joaquin kesulitan untuk kembali menemukan pola permainan terbaik mereka seperti yang ditunjukkan di awal pertandingan. Pasangan Malaysia tersebut terus menjaga jarak poin, tidak memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengejar.

Goh/Izzuddin akhirnya menutup gim ketiga dengan skor 21-10, memastikan gelar juara Indonesia Open 2026 menjadi milik mereka. Hasil ini menambah daftar kegagalan Indonesia menempatkan wakilnya di podium juara, setelah sebelumnya tunggal putra Jonatan Christie juga harus puas menjadi runner-up. Jonatan dikalahkan atlet Kanada Victor Lai dengan skor 19-21, 8-21 di final.

Terakhir kali Indonesia menjuarai ganda putra Indonesia Open adalah pada tahun 2021 melalui pasangan legendaris Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Bagi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, kekalahan ini juga menjadi kegagalan kedua mereka mengalahkan Goh/Izzuddin di partai puncak turnamen besar yang digelar di Indonesia. Pada Januari lalu, mereka juga dikalahkan pasangan ganda putra Malaysia itu pada final Indonesia Masters 2026 dengan skor 19-21, 13-21, menunjukkan dominasi lawan dalam pertemuan final.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Debut Gemilang Matthew Baker di Timnas Senior Tuai Pujian dan Pecahkan Rekor
  • Pemkab Tangerang Beri Sanksi Tegas Sekcam Mauk yang Kedapatan Main Game Saat Jam Kerja
  • NEXT Indonesia Soroti Tantangan Fiskal: Daya Ungkit APBN Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
  • Kabar Baik! NPL BTN Turun Signifikan di Kuartal I 2026, Kualitas Kredit Membaik
  • Gelombang Tinggi Hantam Perahu Nelayan Rusak Situbondo, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
  • bulutangkis
  • final
  • ganda putra
  • goh izzuddin
  • indonesia masters
  • indonesia open 2026
  • istora
  • jonatan christie
  • konten ai
  • merdekaantara
  • olahraga
  • raymond joaquin
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.