Anggota Komisi III Minta Polisi Usut Situs Prakerja Abal-Abal
Dia mengaku sudah berpesan mengenai tantangan Polri ke depan bukan hanya kejahatan konvensional. Tetapi ada juga kejahatan siber berbasis teknologi seperti ini.
Munculnya situs abal - abal yang memungut biaya dalam program kartu prakerja mendapat respons keras dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Sari Yuliati. Menurutnya polisi harus menindak tegas situs tersebut,
"Ini kan situs (situs prakerja.id) abal - abal yang merugikan masyarakat dan melanggar UU ITE. Enggak ada itu Program Pra Kerja memungut uang dari pendaftar, yang ada Program ini malah memberikan uang kepada peserta selain memberikan pelatihan," ujar Sari di Jakarta, Sabtu (16/5).
Sari juga mendorong kepolisian segera menelusuri dan menindak pelaku penipuan ini. "Saya mendorong Kapolri untuk segera menelusuri dan menindak tegas pelaku penipuan ini, enggak benar ini. Saya istilahkan Program Pra Kerja ini Magnum Opus pemerintah yang harus dikawal untuk terus mendorong Roda Ekonomi Masyarakat" sambung Wabendum DPP Partai Golkar ini
Dia mengaku sudah berpesan mengenai tantangan Polri ke depan bukan hanya kejahatan konvensional. Tetapi ada juga kejahatan siber berbasis teknologi seperti ini.
"Saya yakin Polri akan segera menyelesaikan masalah penipuan Situs Bodong Pra Kerja ini" tutup Legislator Dapil NTB ini," katanya.
Diketahui, muncul situs Prakerja.id yang memungut biaya dari calon peserta Program Pra Kerja. Lewat akun Instagram resmi kartu prakerja @prakerja.go.id, pemerintah memastikan akun peserta tak dapat diperjualbelikan sebab setiap akun yang dibuat dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat, sehingga informasi registrasi awal tak dapat diubah kemudian hari atau pindah nama.
Baca juga:
OVO Klaim Paling Banyak Digunakan Peserta Kartu Prakerja
224 Ribu Orang Terima Manfaat Program Kartu Prakerja Gelombang III
Kartu Prakerja Dinilai Solusi Selamatkan Kondisi Ekonomi
Per Hari Ini, 51.255 Peserta Kartu Prakerja Terima Insentif Rp600.000
Insentif Kartu Prakerja Cair Rp1,6 T, Peserta Paling Banyak Belajar Bahasa Inggris
KPPU Temui Dua Aplikator Dalami Dugaan Monopoli Mitra Kartu Prakerja