Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OVO Klaim Paling Banyak Digunakan Peserta Kartu Prakerja

OVO Klaim Paling Banyak Digunakan Peserta Kartu Prakerja Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra. ©2020 Merdeka.com/Reporter Magang : Nurul Fajriyah

Merdeka.com - Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, mengklaim sebagian besar peserta kartu prakerja memilih OVO sebagai payment channel atau untuk menerima dana insentif. Menurutnya, penyaluran insentif melalui non tunai meminimalisir penyalahgunaan atau penyelewengan.

"Program kartu prakerja ini program kampanye presiden Jokowi, kemudian di era covid ini juga dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan salah satunya menyalurkan dana insentif," kata Karaniya dalam OVO Journalists Virtual Gathering, Kamis (14/5).

Dirinya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menggunakan platform teknologi digital. Di mana, pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pendistribusian bantuan sosial melalui teknologi digital.

"Di mana saya kira ini adalah suatu hal yang penting untuk disosialisasikan bahwa dengan adanya pemanfaatan platform teknologi ini memotong problem yang selama ini selalu menghantui program-program bansos sebelumnya yang dilaksanakan secara offline, misalnya namanya dicatut, kemudian dananya disunat dan lain sebagainya," jelasnya.

Akurasi Data Penerima Terus Ditingkatkan

penerima terus ditingkatkan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Oleh karena itu, dia menilai terobosan ini harus disambut baik dan perlu didukung bersama. Meskipun, tentunya masalah selalu ada, tapi dirinya mengaku pihaknya selalu melakukan double checking data penerima dana insentif agar sesuai dari data yang diperoleh OVO dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Ada kendala-kendala yang saya kira ujung pangkalnya dari bagaimana kita terus membenahi data kependudukan kita. Sekarang sudah ada dukcapil yang membantu. Kami juga di OVO dalam membantu kartu prakerja ini selalu mengecek data dari mereka yang sudah dinyatakan berhak menerima dana insentif kartu prakerja," ungkapnya.

Kendati begitu pihaknya terus melakukan kerjasama dengan lembaga terkait agar data peserta kartu prakerja sama dengan data dari Dukcapil. Dia pun menyarankan supaya datanya harus diperbaiki.

"Memperlihatkan teknologi digital memiliki peluang yang sangat baik. Kami sebagai mitra pembayaran melakukan double checking. Kami memang memberikan sumbangan baik berupa engenier ada sekitar 6 orang yang memang sejak awal ikut menyumbang tanpa pamrih yang kami bantukan untuk memanintance kartu prakerja ini," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP