Amalia Yunita Pimpin IATTA, Targetkan Wisata Petualangan Indonesia Jadi Destinasi Dunia!
IATTA menargetkan Wisata Petualangan Indonesia sebagai destinasi utama dunia di bawah kepemimpinan Amalia Yunita. Simak strategi dan tantangan yang dihadapi asosiasi ini!
Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) memiliki visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama wisata petualangan Indonesia di kancah global. Visi ini mencakup aspek kualitas, keberlanjutan, dan daya saing yang tinggi di pasar internasional. Upaya serius terus dilakukan untuk mewujudkan impian tersebut, termasuk melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang baru-baru ini diselenggarakan.
Dalam Munas IATTA yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (17/9), asosiasi ini tidak hanya mengevaluasi kinerja periode sebelumnya tetapi juga merumuskan strategi ke depan. Acara penting ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait dari industri pariwisata dan pemerintahan. Pemilihan ketua umum baru menjadi salah satu agenda utama yang menarik perhatian banyak pihak.
Munas IATTA 2025 tersebut juga menjadi momen penting dengan terpilihnya Amalia Yunita sebagai Ketua Umum IATTA periode 2025-2029. Ia diharapkan dapat melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun. Dengan kepemimpinan baru ini, IATTA bertekad untuk terus mendorong potensi wisata petualangan Indonesia agar semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan dunia.
Visi dan Strategi IATTA untuk Wisata Petualangan Indonesia
Mantan Ketua Umum IATTA periode 2017-2025, Cahyo Alkantana, menegaskan bahwa potensi utama Indonesia terletak pada dua sektor, yaitu petualangan dan budaya. "Saya selalu katakan bahwa dagingnya orang datang ke Indonesia itu ada dua, petualangan dan budaya. Ini yang harus kita teriakan bahwa wisata petualangan jangan dibiarkan," ujarnya dalam Munas tersebut. Ia menambahkan bahwa masa depan Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Komisi Pak Prabowo dan Presiden, bukan lagi di sektor migas, melainkan pariwisata.
Selama masa kepemimpinannya, Cahyo Alkantana telah mengimplementasikan berbagai program strategis untuk mencapai visi tersebut. Program-program ini meliputi pelatihan, sertifikasi, dan pembinaan bagi pelaku industri wisata petualangan Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan standar layanan dan profesionalisme di seluruh lini.
Selain itu, IATTA juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memperkuat ekosistem wisata petualangan Indonesia. Asosiasi ini juga telah memperkuat jejaring industri dengan memberikan sertifikat partnership kepada asosiasi, industri, media, dan mitra yang telah berkembang bersama IATTA. Langkah ini menunjukkan komitmen IATTA dalam membangun kemitraan yang solid dan berkelanjutan.
Menghadapi Tantangan dan Meraih Keberhasilan
Periode kepemimpinan Cahyo Alkantana bukan tanpa tantangan, terutama dengan adanya pandemi COVID-19 yang melanda dunia. "Periode ini tentu tidak mudah, lahir lalu terkena pandemi covid tentu memberi tantangan namun kita berhasil melewatinya," ungkap Cahyo. Meskipun demikian, IATTA berhasil melewati masa sulit tersebut dan terus berupaya memajukan sektor wisata petualangan Indonesia.
Munas IATTA 2025 sukses diselenggarakan dengan agenda utama pemilihan ketua umum periode 2025-2029, dialog konstruktif, serta sesi networking yang dihadiri oleh asosiasi dan industri wisata petualangan Indonesia. Acara ini menjadi platform penting untuk berbagi ide dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Berbagai tokoh penting turut hadir dalam Munas tersebut, menunjukkan dukungan kuat terhadap visi IATTA. Di antaranya adalah Asisten Deputi Manajemen Industri Kemenpar Budi Supriyanto, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani, serta Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Perhutanan Nandang Prihadi. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya peran IATTA dalam pengembangan pariwisata nasional.
Kepemimpinan Baru dan Arah Strategis IATTA ke Depan
Setelah melalui proses pemilihan, Amalia Yunita secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum IATTA periode 2025-2029. Sebelumnya, Amalia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IATTA, yang memberinya pemahaman mendalam tentang operasional dan visi asosiasi. Pengalamannya diharapkan dapat membawa IATTA ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam sambutan pertamanya setelah terpilih, Amalia Yunita menekankan pentingnya peran strategis IATTA dalam meningkatkan kualitas wisata petualangan Indonesia. Ia menyatakan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai "surga wisata petualangan dunia." Visi ini akan menjadi panduan utama dalam setiap kebijakan dan program yang akan dijalankan di bawah kepemimpinannya.
Agenda penutup Munas IATTA 2025 ditandai dengan penetapan dewan pengarah serta formatur kepengurusan baru. Selain itu, pembaharuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) IATTA juga dilakukan untuk memastikan struktur organisasi tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah-langkah ini menegaskan kesiapan IATTA untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Sumber: AntaraNews