8.472 Titik api muncul di Pulau Sumatera pada Februari
Paling banyak terdapat di Provinsi Riau, yaitu 6.274 titik api.
Satelit Terra dan Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 8.472 titik api atau hospot di Pulau Sumatera, sepanjang Februari 2014. Paling banyak terdapat di Provinsi Riau, yaitu 6.274 titik api.
"Satelit merekam itu sebanyak dua kali sehari. Pagi sekitar pukul 05.00 WIB dan sorenya sekitar pukul 16.00 WIB. Kalkulasinya terdapat 8.472 titik api di Sumatera," kata Analis BMKG stasiun Pekanbaru Bambang Agus Widodo, Selasa (25/2).
Peringkat pertama, jelas Agus, masih dipegang Riau. Peringkat kedua Sumatera Utara sebanyak 1.034 titik dan peringkat kedua Provinsi Aceh sebanyak 748 titik.
"Kemudian menyusul Provinsi Kepulauan Riau 241 titik, Sumatera Barat 58 titik, Jambi 49 titik, Sumatera Selatan 20 titik, Bengkulu 16 titik, Bangka Belitung 50 titik dan Lampung 5 titik," kata Agus.
Di Riau sendiri, sambung Agus, Satelit Terra dan Aqua mendeteksi 4.736 titik api di pagi harinya. Kemudian rekaman sore hari, satelit merekam 1.538 titik api.
Untuk hari ini, satelit merekam 171 titik api di Sumatera. Paling banyak masih di Riau, yaitu 145 titik. "Di Provinsi Aceh ada 18 titik, Sumatera Utara 2 titik, Bangka Belitung 2 titik dan Kepulauan Riau 4 titik api," kata Agus.
Sedangkan di Riau, 145 titik api tersebar di 5 kabupaten/kota. Paling tinggi masih di Bengkalis dengan 117 titik api, Kota Dumai 16 titik, Rokan Hilir 10 titik, Kepulauan Meranti 1 titik dan Pelalawan 1 titik.
"Terjadi penurunan. Sebelumnya terdapat 1.234 titik api di Riau," kata Agus.
Menurut Agus, titik api di Riau memang tidak bisa ditebak. Hari ini turun, kemudian di hari berikutnya bisa bertambah. "Hal ini disebabkan faktor kemarau yang masih akan terjadi pertengahan Maret nanti," pungkas Agus.
Baca juga:
Bakar ilalang, seorang ibu ditangkap polisi di Riau
Polda Riau tetapkan 23 tersangka pembakaran hutan
Kasus kebakaran hutan Riau, Walhi laporkan PT NSP ke polisi
Titik api di wilayah Sumsel mulai bermunculan
Masalah lingkungan di Indonesia akan dibawa ke PBB