LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

70 Akademisi dari 3 benua berkumpul di Solo bahas masalah Indonesia

Nantinya rekomendasi dari akademisi akan diserahkan ke pemerintah.

2015-07-29 16:50:39
Budaya Indonesia
Advertisement

Sebanyak 70 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Amerika, Eropa, dan Asia menggelar konferensi di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Rabu (29/7). Mereka membahas berbagai persoalan di Indonesia berikut solusinya, dari sudut pandang berbagai disiplin ilmu.

Chairman International Indonesia Forum, Frank Dhent mengatakan hasil konferensi ini akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah.

"Konferensi ini diikuti akademisi dari University of Western Australia, University of Bern, Maulana Malik Ibrahim Islamic University, Yale University, North Carolina State University, Univ of California-Berkeley, dan Univ of London," ujarnya.

Sedangkan perguruan tinggi dari dalam negeri yang turut serta adalah Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan tuan rumah UNS. Menurut dia, kalangan akademisi harus bisa memberikan kontribusi untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.

"Meski demikian akademisi tidak bisa mendesak pemerintah harus begini dan begitu. Mereka harus meneliti berbagai isu yang ada dari sudut pandang berbagai disiplin ilmu dan kemudian menawarkan solusi," kata pria yang juga sejarawan dari Universitas Brunei Darussalam itu.

Frank menambahkan, pertemuan ini merupakan forum untuk membicarakan berbagai hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh para akademisi itu. Targetnya adalah sumbangsih pemikiran kepada pemerintah, yang bersifat umum dan tanpa kepentingan politis.

"Kami telah mempelajari sejarah bangsa Indonesia sejak masih berstatus mahasiswa program register. Sebenarnya ada satu kekuatan yang dimiliki bangsa ini. Yakni, kepercayaan akan kemampuan dan kebanggaan sebagai bangsa yang besar. Ini bisa menjadi bekal bangsa ini keluar dari kungkungan penjajahan dan kesulitan di masa lalu. Filsafat, pola pikir positif, serta tradisi itu bisa menjadi kekuatan untuk mengatasi berbagai persoalan saat ini," pungkasnya.

Baca juga:
JK ingin pengusaha lokal diutamakan garap proyek pembangunan
Pelemahan Rupiah buat penyakit defisit Indonesia sulit sembuh
Guru besar IPB sebut kemarau tahun ini menjadi yang terparah
Genjot industri, penaikan tarif bea masuk impor dinilai tak cukup
Siapkan aturan baru, Menko Sofyan tepis bikin pejabat kebal hukum
Survei SMRC: Kinerja buruk, 11 persen rakyat menyesal pilih Jokowi

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.