Pelemahan Rupiah buat penyakit defisit Indonesia sulit sembuh
Merdeka.com - Nilai tukar rupiah kian hari semakin melemah. Hingga hari ini nilai tukar terhadap dollar Amerika mencapai Rp 13.456 atau angka terendah selama 17 tahun terakhir.
Direktur Anggaran Keuangan Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pelemahan rupiah ini tidak terlalu berdampak kepada fiskal. Pasalnya, Indonesia telah mengurangi pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). BBM Indonesia yang selama ini masih mengandalkan impor memberi pukulan pada anggaran negara saat Rupiah melemah.
Meski begitu, lanjut Askolani, bukan berarti Indonesia lepas dari masalah. Pelemahan Rupiah membuat beban pokok utang Indonesia membengkak. Akan tetapi, hal ini terkompensasi dengan penerimaan negara dari komoditas migas dan tambang.
"Dampaknya kan paling ke utang. Dampak positifnya ada di Migas nambah, kemungkinan di Batubara juga nambah (royaltinya)," ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Askolani menegaskan pelemahan Rupiah membuat defisit neraca perdagangan Indonesia sulit sembuh. "Mungkin defisit tapi sedikit, tapi netral tidak signifikan. Angkanya susah, karena sudah jalan APBN. Kalau perhitungan kami hampir nol lah," katanya.
Askolani mengungkapkan, pengaruh pelemahan Rupiah sudah lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. "Dulu sebelum BBM kami perbaiki itu dampaknya negatif karena subsidinya. Justru bisa sampe Rp 4 triliun negatif tiap satu Dolar," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya