65 Proyektil Kaliber 7,62 mm Dikirim ke Semarang, Polisi Amankan Pengirim
Polisi mengamankan warga Makassar terkait pengiriman 65 proyektil ke Semarang. Status hukum masih diselidiki sambil menunggu hasil forensik.
Satuan Reserse Kriminal Polres Maros mengamankan seorang pria berinisial MIA (26) yang diduga sebagai pengirim paket berisi 65 butir proyektil tujuan Kota Semarang, Jawa Tengah. MIA diamankan di kediamannya di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Rabu (7/1).
Kepala Satreskrim Polres Maros Ajun Komisaris Ridwan Farel mengatakan identitas pengirim berhasil diungkap berdasarkan penelusuran rekaman kamera pengawas di kantor ekspedisi.
“Kita amankan di rumahnya di Kecamatan Manggala, Makassar, pada Rabu (7/1) pagi. MIA merupakan masyarakat sipil,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1).
Dari hasil pemeriksaan awal, MIA mengakui paket tersebut berisi 65 proyektil kaliber 7,62 milimeter yang dikirim menggunakan identitas palsu.
“Dari pengakuannya, amunisi (proyektil) itu dijual dengan alasan sebagai aksesoris. Penggunaan nama palsu dalam pengiriman dilakukan agar barang tersebut bisa lolos,” jelas Ridwan.
Status Hukum Masih Menunggu Hasil Forensik
Ridwan menyebut, MIA memperoleh proyektil tersebut dari seorang rekannya sebagai hadiah pernikahan dan berencana menjualnya karena alasan ekonomi. Polisi memastikan pengiriman itu baru pertama kali dilakukan oleh MIA.
“Pelaku ini memang senang dengan metal, makanya amunisi itu ia jadikan aksesoris. Dia baru pertama kali juga mengirim benda seperti ini,” kata Ridwan.
Meski telah diamankan, polisi belum menetapkan MIA sebagai tersangka. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan status hukum barang tersebut.
“Saat ini statusnya masih dalam tahap penyelidikan karena unsur pidananya belum sepenuhnya terpenuhi. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik,” ujar Ridwan.
Paket Ditemukan di Gudang Kargo Bandara
Sebelumnya, paket berisi 65 proyektil ditemukan di Gudang Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (6/1), saat akan dikirim ke Semarang.
Kepala Polsek Bandara Inspektur Asri Arif menjelaskan temuan tersebut berawal dari pemeriksaan X-ray di area keamanan kargo.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, proyektil tersebut dinyatakan tidak aktif, karena sudah diledakkan sebelumnya dan tidak mengandung bubuk mesiu,” ujar Asri, Rabu (7/1).
Menurut Asri, paket diterima oleh Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi Cabang Makassar. Setelah bentuknya mencurigakan saat melewati mesin X-ray, petugas melakukan pemeriksaan manual dan melaporkan temuan itu ke kepolisian.
“Kami menerima paket tersebut dari petugas bandara. Isinya 65 butir amunisi kaliber 7,62,” jelasnya.
Paket tersebut rencananya dikirim menggunakan maskapai Citilink dengan rute Makassar–Semarang (UPG–SMRG) melalui jasa pengiriman.