5 Remaja Keroyok dan Tikam Pemuda Hingga Babak Belur, Ternyata Salah Sasaran
Kelima pelaku ditangkap di kawasan Pantai Merpati atau Kolam Labuh, Bulukumba, tak lama setelah kejadian.
Nasib malang dialami pemuda inisial MA (23). Dia babak belur usai dikeroyok lima remaja di Jalan WR Monginsidi, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Rabu (27/5) malam. Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bulukumba pun telah menangkap lima pelaku yakni IR (18), MGA (16), MR (19), RR (16), dan FAM (16).
Kepala Satreskrim Polres Bulukumba, Ajun Komisaris Andi Imran Hamid mengatakan, kasus pengeroyokan terjadi Jalan WR Monginsidi, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Rabu (27/5) malam. Selain dikeroyok, korban juga ditikam dengan menggunakan gunting oleh salah satu pelaku yakni IR.
"Satu orang pelaku melakukan penikaman terhadap korban dengan menggunakan gunting. Sementara pelaku lainnya melakukan pemukulan terhadap korban,” ujarnya melaui keterangan tertulis, Kamis (28/5).
Kelima pelaku ditangkap di kawasan Pantai Merpati atau Kolam Labuh, Bulukumba, tak lama setelah kejadian. Saat ditangkap, kelima pelaku tidak melakukan perlawanan.
"Motifnya salah paham. Jadi pelaku IR mengaku mendapat pengancaman atau teror busur di dekat lokasi kejadian," kata dia.
Korban Salah Sasaran
Mendapat teror busur, IR kemudian memanggil rekan-rekannya untuk mendatangi lokasi. Imran menyebut para pelaku menduga korban adalah orang yang melakukan pengancaman.
"Pelaku mengira korban lah yang melakukan pengancaman. Jadi korban ini salah sasaran," tuturnya.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka sejumlah tubuhnya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit.
"Korban mengalami luka kebiruan di bawah mata sebelah kanan, luka memar pada tangan kanan. Selain itu, korban juga luka tusuk dan gores pada dada dan perut akibat benda tajam," ungkapnya.
Saat ini kelima terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Bulukumba. Korban juga telah resmi melaporkan kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama tersebut di SPKT Polres Bulukumba.