5 Kecamatan terendam banjir, warga Paser waspada kemunculan buaya
Banjir merendam rumah warga di 5 kecamatan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dalam sepekan terakhir ini. Ketinggian air rumah warga tidak kurang di 9 desa, terpantau hingga 2 meter. Bahkan, banjir sempat merendam jalan poros menuju ke Provinsi Kalimantan Selatan.
Banjir merendam rumah warga di 5 kecamatan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dalam sepekan terakhir ini. Ketinggian air rumah warga tidak kurang di 9 desa, terpantau hingga 2 meter. Bahkan, banjir sempat merendam jalan poros menuju ke Provinsi Kalimantan Selatan.
Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Long Kali, Batu Sopang, Muara Komam, Tanah Grogot serta Paser Belengkong. Sembilan desa di 5 kecamatan itu antara lain Desa Songka, Desa Legai, Desa Batu Butok, Desa Uko, Desa Long Pinang, Desa Bekoso
Tim BPBD Kabupaten Paser, bersama Tagana, Polri dan TNI, serta relawan kebencanaan siaga 24 jam di lokasi banjir, mengingat hujan turun tiap hari, terutama malam hingga dini hari.
"Banjir sudah semingguan ini. Ketinggian 1 meter, 1,4 meter sampai 2 meter. Karena sungai memang meluap," ujar petugas BPBD Kabupaten Paser Ali Amansyah, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (30/11).
Banjir di Kabupaten Paser ©2017 Merdeka.com
"Kami siaga 24 jam, terutama untuk kemungkinan evakuasi ibu, anak-anak dan balita. Beberapa mengungsi, sebagian besar juga bertahan di rumah masing-masing. Kalau hujan lagi, air bisa naik lagi," ujar Ali.
"Di lapangan, kami hanya istirahat makan saja. Pulang ke rumah cuma ganti baju saja. Karena memang kami siaga 24 jam," tegas Ali.
Ali menerangkan, banjir sempat mengganggu akses jalan poros jalur selatan Kalimantan Timur ke provinsi Kalimantan Selatan, di daerah Desa Soka, kecamatan Batu Sopang, Paser. Namun sekarang, berangsur surut.
"Ya itu tadi, kalau hujan deras lagi , bisa mengganggu lagi akses ke sana (Kalimantan Selatan)," tambah Ali.
"Kami sudah siapkan tenda darurat, dan peralatan lain, karena bisa digunakan sewaktu-waktu kalau warga perlu bantuan evakuasi," terang Ali.
Di tengah bencana banjir, tidak menutup kemungkinan kemunculan binatang buas semisal buaya, dari sungai yang naik ke permukaan dan permukiman warga. "Sejauh ini memang belum ada buaya. Tapi kita terus waspada," ungkap Ali.
Dikonfirmasi terpisah, warga Paser Jumadi (43) menambahkan, hampir di seluruh wilayah Paser, belakangan memang kerap diguyur hujan deras. "Memang malam, dini hari jelang subuh, sering hujan Pak. Jalan ke Banjar (Banjarmasin di Kalimantan Selatan) kemarin sempat tergenang banjir. Tapi tidak kalah penting mewaspadai buaya dari sungai naik ke daratan," demikian Jumadi.
Baca juga:
Sepanjang 2017, terjadi 143 bencana terjadi di Sumsel dan tewaskan 19 jiwa
Rel teredam, perjalanan kereta api dari ke Semarang terganggu
Tanggul pantai jebol, ratusan warga Pekalongan mengungsi
Warga dekat Bengawan Solo diminta selalu waspada ancaman banjir
Jembatan putus, satu kampung di Cianjur terisolir
Sejumlah daerah di Sumut rawan bencana, warga diminta waspada