Jembatan putus, satu kampung di Cianjur terisolir
Merdeka.com - Ratusan kepala keluarga di Kampung Bantaka, Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang, terisolir karena jembatan penghubung antar desa di wilayah tersebut putus sejak dua bulan yang lalu.
Sejak jembatan putus, warga menggunakan rakit untuk beraktivitas atau keluar dari wilayah tersebut. Namun sejak satu pekan terakhir, warga tidak dapat beraktivitas sama sekali karena derasnya air sungai.
"Warga tidak dapat melakukan aktivitas sejak satu pekan terakhir karena derasnya air sungai yang harus diseberangi, termasuk anak usia sekolah terpaksa libur karena berbahaya ketika harus menyeberang sungai," kata Ketua Komunitas Pencinta Alam Los Palos Dede Setiawan saat dihubungi Kamis (30/11). Demikian dikutip dari Antara.
Bahkan ungkap dia, anggota komunitas yang mengirimkan bantuan beberapa hari yang lalu, belum bisa kembali karena beresiko untuk memaksakan diri menyeberang sungai yang memiliki kedalaman lebih dari 4 meter itu.
"Bulan Juli kami ke wilayah tersebut, masih ada jembatan yang digunakan 100 KK setiap harinya dan ratusan anak usia sekolah mulai dari PAUD sampai SMP karena letak sekolah berada di seberang perkampungan yang terpisah sungai," katanya.
Selang satu bulan berkunjung, jembatan sudah putus, sehingga anggota yang hendak melakukan pengobatan gratis untuk warga harus menyeberang menggunakan perahu, meskipun ketika itu arus sungai sudah mulai deras dan tinggi.
"Warga sempat secara swadaya membangun jembatan, namun jembatan kembali putus terbawa arus karena terbuat dari kayu. Warga tidak mampu lagi membangun jembatan yang menjadi jalur utama penyeberangan," katanya.
Harapan warga dinas terkait di Pemkab Cianjur, segera membangun kembali jembatan tersebut karena merupakan jalur utama warga untuk beraktifitas dan ekonomi terutama bagi anak-anak berangkat dan pulang sekolah. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya