4 Kasus penembakan WNI oleh polisi Malaysia
Sejumlah pihak, termasuk aktivis HAM Indonesia menyebut tindakan yang dilakukan polisi Malaysia tersebut barbar.
Dalam sepekan, aparat Kepolisian Diraja Malaysia telah menembak mati tujuh orang Warga Negara Indonesia (WNI). Penembakan tersebut berlangsung saat polisi tengah mengejar pelaku perampokan. Saat pengejaran, para pelaku disebut menembak lebih dulu hingga petugas terpaksa membalasnya. Pada 23 Maret silam, tiga TKI yang bekerja Malaysia yaitu Herman (34), Abdul Kadir (25), dan Mad Noor (28) dinyatakan meninggal dunia. Menurut laporan kepolisian Malaysia, mereka mati tertembak karena tertangkap basah saat akan merampok. Tiga pria warga Indonesia tewas ditembak Kepolisian Diraja Malaysia di wilayah Taman Templer Saujana, Kota Rawang, Selangor. Sebelum diterjang timah panas, ketiganya sempat beradu tembak dengan polisi. Pada 9 Oktober 2013, tiga orang WNI yang diyakini polisi setempat sebagai pelaku perampokan ditembak di depan sebuah Bank di daerah Bayu Perdana, Klang, Selangor, pada siang hari. Menurut Polis Diraja Malaysia, peristiwa penembakan diawali saat polisi meminta sebuah mobil yang dicurigai sebagai kendaraan pelaku perampokan, untuk berhenti di dekat pintu tol Sentul Pasar. Peristiwa lain terjadi pada 11 Oktober 2013 pada siang hari, ketika Tim Polis Diraja Malaysia melakukan penyerbuan ke sebuah rumah di daerah Ampang Hiliran, Kuala Lumpur yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok perampok. Baca juga:
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sempat mengatakan, penembakan tersebut sudah terjadi sejak 2007 lalu. Sementara, Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammudin Hussein mengungkapkan kepolisian Malaysia sudah menewaskan 300 orang, 151 orang di antaranya merupakan WNI.
Sejumlah pihak, termasuk aktivis HAM Indonesia menyebut tindakan yang dilakukan polisi Malaysia tersebut barbar. Mereka menuding aparat tidak bertindak profesional dan main tembak saat mengetahui para korban tersebut merupakan WNI.
Namun, polisi membantah tudingan tersebut. Aparat menyebut penembakan dilakukan karena para pelaku menembak lebih dulu sehingga para petugas di lapangan membalasnya.
Berikut empat kasus penembakan terhadap WNI yang dilakukan Polis Diraja Malaysia:Ditembak atau korban perdagangan organ
Berdasarkan data yang diterima Kemenakertrans dari Atase Naker, ketiga TKI itu merupakan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI). TKI PATI adalah mereka yang bekerja namun tanpa berdokumen alias ilegal.
Satu orang TKI tersebut memang punya izin kerja di Malaysia, namun sudah expired sejak tahun 2009. Sedangkan dua lainnya berstatus TKI namun tidak ada dokumen sama sekali.
Namun Migrant Care menemukan adanya kejanggalan di mayat korban tersebut karena ada sejumlah jahitan di dada dan tubuhnya. Ada dugaan mereka bertiga menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia, namun tudingan itu pun terbantahkan.Tewas usai menembaki polisi
Ketiga tersangka itu lelaki semua berinisial S, 38, paspor asal Jawa Timur, kemudian M, 34, paspor dari Jawa Timur, dan H, 25. Nama terakhir diketahui tidak memiliki paspor hanya membawa kertas pendaftaran Pekerja Asing Tanpa Izin.
Para tersangka mencoba merampok rumah toko kontraktor bernama Mohamad Azhar Nordin, 46, beralamat di Jalan TS12, Rawang. Dua orang menerobos rumah, satu lagi menanti di mobil. Benny menyatakan ketiga tersangka belum sempat merampok karena keburu ketahuan polisi sedang berpatroli.
Tiga orang itu mendadak menembaki anggota Polis Diraja, lantas mencoba kabur namun tergelincir ke parit di dekat tempat kejadian perkara. Di dalam mobil tersangka ditemukan dua pistol dan satu parang.Menembak saat distop polisi
Bukannya patuh, penumpang mobil justru melakukan penyerangan, sehingga terjadi saling tembak yang berujung pada tewasnya tiga orang di dalam mobil tersebut. Wajah ketiganya masih dapat dikenali dan cocok dengan paspor RI yang berada di tubuh ketiga jenazah tersebut.
Dalam catatan di paspor, ketiganya masuk ke Malaysia dengan visa kunjungan/wisata melalui jalur Batam - Johor Bahru dan perjalanan semacam mi telah dilakukan beberapa kali.4 WNI ditembak dalam penyerbuan
Kelompok ini menjadi target operasi Polisi Malaysia karena diduga telah melakukan perampokan di sebuah rumah di kawasan Lembang Klang pada dini hari, di hari yang sama, serta diduga terlibat berbagai tindak kejahatan dengan menggunakan senjata api.
Saat melakukan penyerbuan, penghuni rumah melakukan tembakan terlebih dahulu yang kemudian dibalas oleh Tim PDRM sehingga empat orang warga asing tersebut tewas di tempat.
Saat digeledah di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan empat dokumen paspor WNI di mana satu buah paspor berada di tubuh salah satu yang tewas dan tiga lainnya di dalam lemari.
Jenazah keempat orang itu berada di kamar mayat Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia dan menunggu proses pemeriksaan post-mortem. Setelah diidentifikasi, keempat jenazah terbukti WNI.
Jenazah 4 WNI yang ditembak Polisi Malaysia dikenali
Polisi Malaysia tembak mati 4 WNI
Pertemuan terakhir Wilfrida dengan ayah tercinta
Berapa dana yang dikeluarkan Prabowo untuk bebaskan Wilfrida?
4 Cara Prabowo Subianto selamatkan Wilfrida Soik
4 TKI asal Kudus hilang di Malaysia sejak 2 tahun lalu