Pertemuan terakhir Wilfrida dengan ayah tercinta
Merdeka.com - Wilfrida Soik, TKW asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, harus mendapat cobaan berat setelah terancam vonis mati di Pengadilan Malaysia. Ayah tercinta Wilfrida, Rikardus Mau meninggal karena sakit di kampungnya di Dusun Kolo Ulun, Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, sekitar pukul 03.00 WITA, Minggu (6/10).
Rikardus sempat tinggal di Malaysia selama sepekan menemani anak tercinta, Wilfrida menghadapi sidang vonis yang terancam hukuman mati. Rikardus tiba di Indonesia pada Sabtu (5/10), namun sepekan terakhir itu merupakan kenangan terakhir Wilfrida dengan sang ayah.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang mendampingi Wilfrida menjalani proses peradilan menghadapi ancaman hukuman vonis gantung menyampaikan duka atas meninggalnya, Rikardus. Mantan Danjen Kopassus ini pun telah mengutus kader Gerindra di NTT untuk membantu keluarga Wilfrida di sana.
"Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam," kata Koordinator Media Center Prabowo Subianto , Budi Purnomo Karjodihardjo lewat keterangan pers yang diterima merdeka.com, Senin (7/10).
Selain itu, lanjut dia, Prabowo juga telah menugaskan Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, yaitu Farry Francis dan Mario Viera untuk langsung menyambangi keluarga Wilfrida Soik.
"Pak Prabowo juga sudah menginstruksikan kader Gerindra di NTT agar maksimal membantu keluarga Wilfrida yang sedang berduka di kampung halamannya," kata Budi.
Seperti diketahui, Rikardus Mau bersama istrinya Maria Kolo, oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, difasilitasi bertemu anaknya Wilfrida di Malaysia, jelang sidang putusan pengadilan Kelantan pada 30 September lalu. Akhirnya sidang ditunda hingga 17 November mendatang.
Nasib Wilfrida Soik sendiri oleh Pengadilan Kelantan Malaysia, didakwa hukuman mati, karena telah membunuh majikannya, saat Wilfrida menjadi TKW di negara tersebut.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya