Berapa dana yang dikeluarkan Prabowo untuk bebaskan Wilfrida?
Merdeka.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto telah terbang ke Malaysia untuk membantu membebaskan Wilfrida Soik. Tenaga kerja wanita (TKW) asal Belu, NTT, itu terancam hukuman mati setelah dituduh membunuh majikan perempuannya, Yeap Seok Pen.
Untuk menyelamatkan Wilfrida, selain lewat diplomasi dengan pemimpin Malaysia, Prabowo juga menunjuk pengacara top di Malaysia. Pengacara itu adalah Tan Sri Dr Muhammad Shafee Abdullah serta asistennya Ms Tania Scivetti.
"Pak Prabowo akan berusaha sekuat tenaga bisa membebaskan Wilfrida dari hukuman mati. Untuk itu selain menyiapkan lawyer-lawyer handal, Pak Prabowo juga akan mendampingi Wilfrida," kata Wasekjen Partai Gerindra Sudaryono, Senin (16/9) lalu.
Kemarin, sebelum sidang putusan sela digelar, Prabowo langsung mengadakan rapat secara khusus dengan pengacara Wilfrida. Semua pembelaan telah disiapkan untuk membantu Wilfrida yang diadili di Pengadilan Kota Bharu, Klantan, Malaysia.
Untuk menyewa pengacara top di Malaysia tentu tidak murah. Namun Prabowo tidak menjelaskan biaya yang dikeluarkan untuk menggandeng pengacara top sekelas Tan Sri Dr Muhammad Shafee Abdullah. Ketua DPP Partai Gerindra Martin Hutabarat saat dikonfirmasi soal biaya sewa pengacara via telepon dan SMS juga tidak membalas. Sementara Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat dihubungi telepon selulernya juga tidak aktif.
Meski Prabowo tidak menjelaskan berapa biaya untuk menyewa pengacara top Malaysia itu, sepak terjang Tan Sri Dr Muhammad Shafee Abdullah sudah mulai terlihat. Dalam sidang kemarin, hakim akhirnya menunda putusan sela.
"Saya mohon Yang Arif tidak membuat putusan hari ini. Saya ingin membuat permohonan yang sangat mustahak, relevan dengan tata cara kes (kasus) ini dari segi yurisdiksi di negeri ini," kata Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, Senin (30/9).
Selain Shafee, Frida juga didampingi Tania Scivetti, dan satu orang yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar RI untuk Malaysia Raftfidzi.
Tiga permohonan yang diajukan tim kuasa hukum adalah penundaan putusan, pengetesan tulang untuk menentukan umur Wilfrida, dan permintaan rekaman jalannya sidang selama ini. Tiga permintaan yang itu disampaikan tim kuasa hukum saat sidang baru saja dibuka sekitar pukul 11.10 waktu setempat.
"Kes ini melibatkan perempuan muda yang berasal dari salah satu daerah paling miskin di Indonesia. Saya harap Yang Arif mengabulkan permohonan kami, karena kita tidak ingin dianggap sistem kita hanya memihak kepada yang mampu, namun juga memihak kepada siapa saja," ujar Shafee.
"Saya harap putusan kes ini ditunda, agar Yang Arif bisa memutus kes ini seadil-adilnya," imbuhnya menutup pembelaan.
Hakim kemudian memberikan kesempatan kepada jaksa untuk menyampaikan tanggapan. Jaksa tak keberatan.
Pembelaan Shafee berhasil. Hakim memutuskan untuk mengabulkan seluruh permintaan pengacara kondang Malaysia itu. Tim pembela dipersilakan menyiapkan pembelaan ulang dan kembali menghadirkan saksi meringankan. Sidang akhirnya ditunda satu bulan pada 17 November 2013. Wilfrida yang sejak awal duduk tertunduk di kursi pesakitan, mendongakkan kepala. Orang tuanya juga menyambut baik putusan itu. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya