4 Bulan gaji tak dibayar, puluhan petugas Sudin Jaktim mengeluh
Ada sekitar 30 petugas yang mengalami nasib serupa. Akibatnya mereka tak bisa memberikan nafkah pada keluarganya.
Puluhan petugas kebersihan Suku Dinas (Sudin) Kebersihan Jakarta Timur hingga kini belum juga mendapatkan gaji yang telah dijanjikan oleh Sudin Kebersihan. Gaji sebesar Rp 2,4 juta tersebut, sudah hampir 4 bulan tidak diterima para tukang sapu jalan ini.
"Sejak gabung sama Sudin Kebersihan, awal Januari sampai sekarang kami belum nerima gaji sebesar 2,4 juta. Kalo di total berarti sekitar 7 jutaan," kata Sandy, salah satu petugas kebersihan, saat ditemui merdeka.com di Jalan Raya Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (17/4).
Akibat belum terbayarnya gaji tersebut, Sandi mengaku harus mencari utangan untuk memperpanjang hidupnya. Menurutnya, selama di pegang pihak swasta, dirinya tak pernah mengalami hal seperti ini meski hanya dibayar Rp 900.000 perbulannya.
"Sekarang sejak di bawah Sudin Jaktim, malah belum dibayar gaji kami. Utang saya sudah sampai lebih dari Rp 3 juta, di warung dan cicilan motor," ujarnya.
Menurut Sandy, selain dirinya juga ada sekitar 30 petugas lebih yang mengalami nasib serupa. Mereka juga banyak berutang kepada tetangga, warung, dan kerabatnya. Dia berharap, agar pihak terkait untuk segera membayarkan gaji yang sudah menjadi hak mereka.
"Kami mau utang kemana lagi sekarang, udah nggak ada yang bisa diutangi lagi, anak istri saya mau makan pakai apa kalau begini," katanya.
Selain Sandy, petugas kebersihan lainnya yang bernama Sandoyo (43) juga mengeluhkan hal serupa. Dia juga tak menerima gaji dan tak bisa memberikan nafkah kepada anak istrinya yang berada di Tegal.
"Istri saya sudah mintain duit, katanya utangnya sudah numpuk. Saya juga bingung mau bayar pakai apa," kata dia.
Sandoyo berharap, ada kejelasan mengenai masalah gaji yang belum dibayar. Sebab, dia benar-benar membutuhkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan juga bagi istri dan putranya.
"Harapan saya bisa dibayar buat kebutuhan hidup," tutup Sandoyo.
Baca juga:
Myanmar bakal salip ekonomi Indonesia saat pasar bebas ASEAN
Besaran upah buruh akan dibedakan
Upah meningkat, SBY minta buruh tambah produktivitas kerja
Pengusaha tegaskan sudah tak ada rezim upah murah di Indonesia
Sistem upah pekerja Indonesia buat rakyat malas sekolah