3,5 Ha ladang ganja ditemukan, 122,5 ton dicabut dan dibakar
Di dua titik lokasi dengan total luas lahan sekitar 3,5 hektare itu ditemukan hamparan tanaman ganja. Satu meter persegi lahan ditanami 6 batang ganja. Ketinggiannya bervariasi antara 1 hingga 4 meter.
Petugas gabungan BNN, kepolisian, dan TNI menemukan ladang ganja seluas 3,5 hektare di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Tanaman narkotika itu kemudian dimusnahkan.
Ladang ganja itu tersebar di dua titik di Pegunungan Tor Sihite, sekitar Dusun Banjar Julu, Desa Banjar Lancar, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Tim gabungan menemukannya setelah melewati medan sulit, Kamis (30/8).
"Jarak tempuh kita ke lokasi tiga jam dengan berjalan mendaki," kata Kepala BNN Kabupaten Mandailing Natal, AKBP Saharudin Bangko, Jumat (31/8).
Di dua titik lokasi dengan total luas lahan sekitar 3,5 hektare itu ditemukan hamparan tanaman ganja. Satu meter persegi lahan ditanami 6 batang ganja. Ketinggiannya bervariasi antara 1 hingga 4 meter.
Petugas tidak menemukan pemilik atau penjaga ladang. Di sana hanya didapati dua tenda atau pondok kosong.
Tim operasi gabungan langsung mencabut ganja yang ditanam di sana. Dua tenda di dua lokasi juga dirubuhkan.
Tanaman ganja yang sudah dicabut kemudian dibakar. "Jika dikonversi, hasil dari lahan 3,5 hektare tersebut berjumlah 122,5 ton ganja basah," jelas Saharudin.
Temuan ladang ganja ini bukan yang pertama di Pegunungan Tor Sihite di Madina. Dalam beberapa tahun belakangan, petugas telah berulang kali menemukan tanaman narkotika itu di sana.
Baca juga:
Polisi Aceh Besar bakar 3 hektar ladang ganja ditutupi pepohonan
Rumah di Pondok Aren jadi gudang narkoba, polisi sita 10 kg ganja
Berdalih dikonsumsi sendiri, AW pesan permen ganja dari Amerika
Bawa 12 bal ganja, emak-emak asal Aceh ditangkap di Medan
Mahmud buka distro nyambi jual ganja ke mahasiswa dan pelajar
Lapas Bengkalis digeledah, 3 napi kedapatan simpan ganja
Geledah rumah SC, polisi sita 29 kg ganja di kolong ranjang