325 PPPK Rejang Lebong Siap Dilantik, Tahap II Rampung Sebelum Akhir Tahun
Sebanyak 325 PPPK Rejang Lebong formasi tahun 2024 tahap II akan segera dilantik sebelum akhir tahun, menunggu verifikasi akhir BKN. Simak detail prosesnya!
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Rejang Lebong tengah memfinalisasi pelantikan 325 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pelantikan ini merupakan bagian dari formasi tahun 2024 tahap II yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Proses ini menjadi kabar baik bagi para calon abdi negara di wilayah Bengkulu yang telah menantikan kepastian.
Plt. Kepala BKPSDM Rejang Lebong, Erwan Zuganda, menyatakan bahwa seluruh proses administrasi saat ini tinggal menunggu verifikasi akhir dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah verifikasi tersebut selesai, jadwal pelantikan akan segera ditetapkan oleh pihak berwenang. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas.
Para PPPK yang akan dilantik ini terdiri dari berbagai formasi, termasuk tenaga teknis, pendidik, dan kesehatan yang sangat dibutuhkan. Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan publik di Rejang Lebong di berbagai sektor. Bupati Rejang Lebong juga telah menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara objektif dan akuntabel demi menghasilkan ASN terbaik.
Proses Verifikasi dan Target Pelantikan PPPK Rejang Lebong
Plt. Kepala BKPSDM Rejang Lebong, Erwan Zuganda, menjelaskan bahwa dokumen administrasi untuk pelantikan PPPK Rejang Lebong tahap II ini sudah hampir rampung. Pihaknya kini hanya menantikan verifikasi akhir dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melanjutkan ke tahap pelantikan. "Dokumen administrasi dari BKN hampir rampung. Setelah verifikasi terakhir selesai, pelantikan akan segera dilakukan, ditargetkan sebelum akhir tahun," kata Erwan.
Formasi tahap II yang akan dilantik ini mencakup 177 tenaga teknis, 65 tenaga pendidik, dan 83 tenaga kesehatan. Jumlah ini menambah kekuatan aparatur sipil negara di berbagai sektor penting di Rejang Lebong. Proses ini memastikan bahwa kebutuhan tenaga profesional di daerah dapat terpenuhi secara bertahap dan sesuai prioritas.
Sebelumnya, pelantikan PPPK Rejang Lebong formasi 2024 tahap I telah sukses dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2025. Pada tahap pertama tersebut, sebanyak 1.106 orang telah resmi dilantik dan memulai tugasnya. Pelaksanaan yang terstruktur ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola rekrutmen PPPK secara efisien.
Kendala Administrasi dan Prinsip Objektivitas Seleksi PPPK
Meskipun demikian, terdapat 32 orang dari pelantikan PPPK Rejang Lebong tahap I yang belum dapat dilantik karena terkendala masalah administrasi. Mereka diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan secara tertulis kepada pihak berwenang. Proses ini menunjukkan adanya mekanisme peninjauan ulang yang adil bagi para peserta yang merasa dirugikan.
Erwan Zuganda menambahkan bahwa keberatan para peserta tersebut sedang dalam tahap kajian mendalam oleh tim terkait. "Keberatan para peserta sedang dikaji. Jika hasilnya memenuhi syarat, mereka akan segera dilantik," tegasnya, memberikan harapan bagi para peserta yang terkendala. Hal ini mencerminkan prinsip kehati-hatian dalam setiap tahapan proses administrasi kepegawaian.
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, sebelumnya telah menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap proses seleksi PPPK 2024. Beliau memastikan bahwa seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel, sesuai Peraturan MenPAN-RB Nomor 6 Tahun 2024. "Seluruh PPPK yang dilantik adalah mereka yang lulus seleksi murni berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan telah diverifikasi oleh auditor serta jaksa pengacara negara," kata Fikri saat pelantikan tahap I lalu.
Secara keseluruhan, total formasi PPPK yang diterima Rejang Lebong untuk tahun 2024 mencapai 1.500 orang. Formasi ini terbagi menjadi 850 tenaga teknis, 385 guru, dan 265 tenaga kesehatan, menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan SDM di berbagai sektor vital.
Sumber: AntaraNews