3 Sungai Meluap, Banjir Kembali Rendam Dayeuhkolot Bandung
Tiga sungai yang meluap yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tiga sungai di Kabupaten Bandung meluap dan memicu banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (25/5). Tiga sungai yang meluap yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede.
Akibat luapan air tersebut, banjir kembali merendam sejumlah wilayah permukiman warga. Tercatat tiga desa dan satu kelurahan terdampak genangan.
"Terdampak tiga desa dan satu kelurahan. Datanya saat ini sedang terus kami update di lapangan bersama petugas," kata Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, saat dikonfirmasi.
Kampung Bojong Asih Jadi Wilayah Terparah
Desa Dayeuhkolot, khususnya Kampung Bojong Asih, menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir. Ketinggian air di kawasan itu mencapai 50 hingga 80 sentimeter.
Selain itu, Kampung Citeureup juga mengalami banjir cukup parah dengan tinggi genangan berkisar 20 hingga 70 sentimeter.
Banjir juga merendam ruas Jalan Raya Dayeuhkolot dengan ketinggian air antara 10 hingga 30 sentimeter sehingga mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan.
Puluhan Warga Mengungsi
Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah setempat telah mendirikan posko pengungsian untuk warga terdampak.
Saat ini, tercatat sebanyak 11 kepala keluarga (KK) atau 27 jiwa telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Untuk total jumlah pengungsi se-Kecamatan Dayeuhkolot saat ini tercatat ada 11 KK (Kepala Keluarga) dengan total 27 jiwa yang sudah berada di lokasi pengungsian," ungkap dia.
Warga Butuh Makanan dan Pompa Sedot
Asep mengatakan koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan guna mempercepat penanganan banjir dan membantu warga terdampak. Pihak kecamatan berharap banjir segera surut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Selain itu, kebutuhan logistik bagi warga terdampak juga dinilai mendesak, terutama makanan siap saji dan perlengkapan dasar lainnya.
"Kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan warga saat ini adalah makanan siap saji, makanan khusus balita, air minum, selimut, dan sembako. Selain itu, petugas di lapangan juga membutuhkan alat-alat kebersihan, troli, karung, serta pompa sedot untuk mempercepat penanganan air," tandas dia.