1.000 Lebih Warga Terpaksa Mengungsi Imbas Banjir Parah di Karangligar Karawang Jabar
Banjir di beberapa desa diantaranya berangsur surut. Sebanyak 4.295 rumah terendam banjir, 32 mesjid, 8 sekolah ikut terendam.
Banjir masih merendam ribuan rumah warga di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (22/1). Akibatnya lebih dari 1000 warga terdampak mesti mengungsi di tempat pengungsian dan sejumlah tempat lainnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat, hingga Rabu malam (21/1), jumlah warga yang terdampak bencana mencapai 16.250 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.282 orang terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian, dan tempat darurat lainnya.
Banjir akibat luapan Sungai Citarum dan beberapa sungai lainnya merendam 31 desa di 13 kecamatan. Banjir di beberapa desa diantaranya berangsur surut. Sebanyak 4.295 rumah terendam banjir, 32 mesjid, 8 sekolah ikut terendam.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, Ketinggian air masih bervariasi, dengan titik terdalam mencapai sekitar 2,5 meter, sementara di area lain berada di kisaran 70 sentimeter. Banyak warga mengungsi sedang rumah mereka dengan harta benda ditinggal.
Untuk itu, Polda Jabar bersama Polres Karawang dan Satbrimob terus mengintensifkan patroli rutin, baik pada siang maupun malam hari. Patroli ini difokuskan pada rumah-rumah warga yang ditinggalkan, tujuannya tak lain untuk mengantisipasi potensi tindak pencurian serta risiko konsleting listrik akibat genangan air.
Tak hanya pengamanan, petugas juga memantau kondisi warga yang masih bertahan di sekitar lokasi banjir. Layanan kesehatan diberikan secara berkala, baik melalui posko kesehatan maupun dengan mendatangi langsung warga, guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir.
Polda Jabar Buka Dapur Umum
Selain itu, Polda Jabar juga mengerahkan kendaraan dapur lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak. Bantuan ini didistribusikan sejak Minggu malam (19/1).
Warga Diimbau Waspada
Masyarakat, khususnya warga terdampak diimbau agar tetap waspada, mengingat cuaca yang masih tidak menentu dan genangan air di sejumlah titik yang belum sepenuhnya surut.
"Warga diminta berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik serta menghindari aktivitas berisiko di area banjir," kata Hendra.