LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

10 kecelakaan pesawat paling maut di Indonesia

Kecelakaan pesawat terbesar di Indonesia pernah menelan korban hingga 222 jiwa.

2015-04-16 12:57:19
Pesawat F-16
Advertisement

Baru-baru ini telah muncul sebuah kabar bahwa pesawat tempur jenis F-16 milik TNI Angkatan Udara gagal take off di landasan pacu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pagi ini. Pilot pesawat ini, Letkol Penerbang Firman Dwi Cahyono selamat dengan luka di tangan, namun pesawat hangus terbakar.

Padahal menurut informasi yang dihimpun, pesawat tersebut akan melakukan atraksi di hadapan Presiden Joko Widodo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Salah satu atraksi yang disuguhkan adalah fly pass oleh sejumlah armada tempur TNI AU. Salah satunya adalah 4 pesawat F-16.

Informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 07.15 WIB, Kamis (16/4). Pesawat gagal terbang sedangkan roda kiri lepas mengakibatkan gesekan sehingga menimbulkan percikan api dan membakar badan pesawat di ujung landasan.

Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna menjelaskan, pesawat yang terbakar itu hibah dari Amerika Serikat dan produksi tahun 1980. Biasanya, pesawat tersebut dipakai untuk berlatih pertahanan udara.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Di Indonesia sendiri, kecelakaan pesawat sudah sering terjadi. Berikut ini, merdeka.com akan menyajikan sederet peristiwa kecelakaan pesawat paling menggemparkan di tanah air.

Baca juga:
F-16 terbakar, politikus PDIP salahkan Menhan dan Kasau
Pesawat F-16 hibah dari AS, baru 9 bulan datang sudah terbakar
'Di AS, F-16 yang terbakar sudah pensiun, diparkir di Gurun Arizona'
Begini kondisi parah Air Canada usai mendarat di tengah cuaca buruk
Pakar sebut pesawat Airbus gampang diretas dari jarak jauh
Video amatir detik terakhir Germanwings sebelum jatuh ditemukan
Gara-gara Andreas Lubitz, kini pilot tak boleh sendirian di kokpit

Advertisement

Airbus A300-B4 Garuda Indonesia

Pada tahun 1997, sebuah kecelakaan pesawat terjadi. Melibatkan Airbus A300-B4 Garuda Indonesia yang kala itu menewaskan 222 korban jiwa di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

Kronologisnya adalah pesawat hendak mendarat di Bandara Polonia. Akan tetapi secara tiba-tiba pesawat menabrak tebing. Diduga karena kala itu terjadi cuaca sedikit buruk sehingga kabut sangat tebal. Kecelakaan yang terjadi pada 26 September 1997 ini dianggap sebagai kecelakaan dengan jumlah paling besar di Indonesia.

SilkAir Penerbangan 185

Di tahun yang sama, 19 Desember 1997 kembali terjadi kecelakaan pesawat. Kali ini melibatkan SilkAir Penerbangan 185 yang jatuh di atas Sungai Musi, Palembang. Seluruh awak tewas, dengan total 104 jiwa.

Pesawat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Changi Singapura. Usai ditemukan dan dilakukan identifikasi, ternyata tidak ditemukan adanya kerusakan pesawat. Beredar kabar bahwa sang pilot bunuh diri.

Advertisement

Lion Air 538 PK-LMN

Menjelang akhir tahun, tepatnya di 30 November 2004 terjadi sebuah kecelakaan pesawat yang menelan korban sebanyak 26 orang. Adalah Lion Air penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 rute Jakarta-Solo-Surabaya. Pesawat tergelincir saat mendarat di Bandara Adisumarno, Solo.

Mandala Airlines Boeing 737-200

Kecelakaan pesawat berikutnya menelan korban yang cukup banyak, yakni 117 jiwa kala Mandala Airlines Boeing 737-200 penerbangan RI 091 lepas landas dari Bandara Polonia, Medan.

Tak hanya penumpang dan awak, sebanyak 44 orang di darat juga turut menjadi korban. Sementara 16 orang penumpang di antaranya berhasil selamat. Kecelakaan bermula saat lepas landas dalam posisi tidak sempurna sehingga menabrak tiang listrik. Kemudian pesawat jatuh ke jalan dan menimpa rumah warga. Ledakan tak terelakkan hingga beberapa kali. Kondisi pesawat nyaris terbakar seluruhnya.

Adam Air Penerbangan 574

Kecelakaan pesawat Boeing 737 milik Adam Air rute penerbangan Surabaya-Manado ini terjadi pada 1 Januari 2007. Setelah dikabarkan hilang usai transit di Surabaya, tim penyelamat menemukan kotak hitam berada 2000 meter di bawah laut. Pesawat jatuh di Selat Makassar. Sebanyak 102 orang tewas dalam insiden ini.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi kala itu mengonfirmasi penyebab kecelakaan adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi, dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

Garuda Indonesia Penerbangan 200

Kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan 200 dengan rute Jakarta-Yogyakarta tergelincir dan terbakar di bandara Adisucipto Yogyakarta pada 7 Maret 2007 pukul 06:55 WIB. Sebanyak 140 penumpang jadi korban, 22 tewas.

Menurut saksi mata, api dipicu dari meledaknya ban depan saat mendarat sehingga menjalar ke badan pesawat. Dilaporkan pula bahwa badan pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin hingga ekor pesawat, sementara salah satu sayap pesawat pecah dan terbelah.

Merpati Nusantara Xian MA60

Pesawat jenis Xian MA60 milik Merpati Nusantara mengalami kecelakaan dengan jatuh ke laut saat akan mendarat di Bandara Utarom, Kaimana Papua Barat. Kecelakaan pesawat dengan rute penerbangan Sorong-Kaimana ini menelan korban seluruh penumpang dan awak sebanyak 25 orang.

Nusantara Buana Air Penerbangan 823

Pesawat CASA C 212 milik Nusantara Buana Air dengan rute Medan - Kutacane jatuh di daerah Langkat 29 September 2011. Seluruh penumpang dan awak pesawat sebanyak 18 orang dinyatakan tewas.

Pesawat jatuh pada pukul 07.41 WIB diduga kehilangan keseimbangan dan kemudian jatuh ke gunung akibat cuaca buruk. Proses evakuasi korban pesawat Nusantara Buana Air Penerbangan 823 menggunakan helikopter yang sebelumnya tim penyelamat membuka lahan untuk membuat helipad.

Pesawat Sukhoi Superjet 100

Pada tanggal 9 Mei 2012 lalu, terjadi sebuah kecelakaan pesawat yang melibatkan Sukhoi Superjet 100. Pesawat tersebut sempat dinyatakan hilang dalam penerbangan demonstrasi yang berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Indonesia. Sehari berselang, ditemukan serpihan di tebing di Gunung Salak.

Pilot Alexander Yablonstev, belakangan diketahui baru pertama kali menerbangkan pesawat di Indonesia. Sebanyak 45 penumpang termasuk awak meninggal dunia.

AirAsia Penerbangan 8501

Adalah pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia yang dinyatakan menghilang pada saat terbang dari Surabaya, Indonesia menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014. Total ada 155 penumpang dan 7 orang kru di dalam pesawat. Pada 30 Desember 2014, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengonfirmasi telah menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 dan jenazah penumpang. Salah satu jenazah yang ditemukan dalam posisi telungkup mengenakan baju putih celana hitam.

Penemuan bangkai pesawat pertama kali berada di Laut Jawa. AirAsia merilis daftar 162 penumpang dan kru pesawat, di antaranya 144 dewasa, 17 anak-anak, dan satu balita.

(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.