Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara Andreas Lubitz, kini pilot tak boleh sendirian di kokpit

Gara-gara Andreas Lubitz, kini pilot tak boleh sendirian di kokpit

Merdeka.com - Beberapa maskapai langsung menetapkan aturan agar pilot dan kopilot selalu berdua di kokpit seusai insiden Germanwings. Dilarang meninggalkan ruangan, tanpa ada kepastian ada dua orang yang tetap memegang kemudi.

National Post melaporkan, Jumat (27/3), Air Canada, Westjet, Norwegian Air Shuttle, hingga maskapai besar seperti Virgin Airlines, Thomas Cook, dan Lufthansa - induk perusahaan Germanwings - sudah menerapkan aturan itu.

"Penerbangan kami hari ini sudah menerapkan aturan itu," kata Juru Bicara Air Canada Peter Fitzpatrick.

Otoritas perhubungan beberapa negara, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat juga melansir imbauan serupa. Pilot diwanti-wanti agar tidak sendirian di kokpit.

"Ini adalah upaya pencegahan terbaik seandainya ada kegiatan tidak biasa dari pilot yang tertinggal sendirian di ruang kemudi," kata mantan Anggota Komite Keselamatan Transportasi AS (NTSB), Richard Healing.

Kepolisian Jerman saat ini tengah bergerak mencari bukti-bukti yang mengacu pada dugaan kesengajaan kopilot Germanwings, Andreas Lubitz, menjatuhkan pesawat dalam tragedi tempo hari.

"Kami telah menemukan sesuatu untuk diuji perihal motif kesengajaan kopilot Germanwings tersebut, tapi kita belum bisa mengatakan hal itu untuk saat ini mengenai petunjuk yang signifikan," ungkap Markus Niesczery, seorang satuan kepolisian Dusseldorf seperti dilansir surat kabar Daily Mail (27/3).

Diketahui, pada tahun ini Lubitz sempat mengambil cuti kerja karena kelelahan dengan pelatihan penerbangannya.

Lubitz, 28 tahun, termasuk seorang yang belum berpengalaman menerbangkan pesawat Airbus A320 yang jadi andalan Germanwings.

andreas lubitz

Dia baru mempunyai pengalaman terbang 630 jam, berbeda dengan kapten pesawat nahas itu yang sudah memiliki jam terbang sebanyak 6.000 jam dan telah bekerja untuk Lufthansa selama 10 tahun.

Jaksa Penuntut Prancis, Brice Robin mengatakan hasil analisis rekaman CVR menunjukkan kokpit dikunci. Pilot Patrick S pada rekaman itu menggedor-gedor pintu karena panik. Di kokpit hanya ada Lubitz, yang kemudian mengubah kendali pesawat jadi manual.

Pesawat jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu lantas menabrak Pegunungan Alpen di Prancis. Pesawat menukik tajam delapan menit, dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan, menuju titik terakhir radar di level 200 meter.

Korban tewas akibat insiden ini sebanyak 144 penumpang dan enam kru. Korban berasal dari Jerman, Spanyol, Inggris, Austrlia, Kolombia, dan Kazakhstan.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP