Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesawat F-16 hibah dari AS, baru 9 bulan datang sudah terbakar

Pesawat F-16 hibah dari AS, baru 9 bulan datang sudah terbakar Pesawat F-16 TNI AU terbakar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pesawat F-16 TNI Angkatan Udara rencananya unjuk kebolehan di acara pengangkatan Presiden Joko Widodo sebagai warga kehormatan TNI gagal terbang dan terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma. F-16 merupakan pesawat bekas, hibah dari US Air Force yang telah diupgrade menjadi setara block 52.

Proses hibah F-16 bekas dari Amerika ini sempat menuai pro dan kontra. Pada awalnya Pemerintah Indonesia ingin membeli 6 unit F-16 Block 52 baru dengan dana sekitar 430 juta dolar untuk melengkapi 10 unit pesawat tempur F-16 Block 15 OCU yang telah dimiliki sebelumnya.

Di tengah jalan, ada tawaran cukup menggiurkan di mana Amerika menawarkan hibah 24 unit airframe pesawat tempur F-16 block 25 bekas yang sudah tidak operasional dan sudah disimpan di AMARG (fasilitas penyimpanan pesawat tempur non aktif Amerika).

Hibah 24 unit F-16 Block 25 bekas plus 4 unit F-16 Block 25 dan 2 F-16 block 15 semuanya gratis. Namun, 24 unit F-16 ini harus di upgrade dari standard block 25 menjadi setara dengan F-16 block 32 dengan biaya upgrade yang sama dengan anggaran sebelumnya yaitu sekitar 430 juta dolar.

Namun belakangan, opsi upgrade yang sebelumnya hanya direncanakan untuk setara block 32 dinaikkan menjadi setara block 52 dengan kenaikan dana upgrade menjadi sekitar USD 700 juta. Keputusan finalnya menjadi hibah plus upgrade 24 unit F-16 setara Block 52. Jadi walaupun namanya hibah tetap saja dana yang dikeluarkan tak kecil.

Pihak AS mengklaim upgrade ini akan membuat pesawat buatan tahun 1980 tersebut tampil optimal lagi. Indonesia pun tergiur.

Sejumlah kalangan pun menilai untuk apa Indonesia melakukan upgrade semacam ini. Lebih baik membeli pesawat baru yang gress dirakit pabrik. Bukan pesawat tua yang direkondisi. Bagaimana pun juga namanya barang baru tentu lebih baik. Namun akhirnya keputusan tetap diambil, Indonesia tetap menerima hibah dan mengupgrade pesawat F-16 eks US Coast Guard itu.

Dari 24 pesawat pesanan, baru tiga pesawat F-16 yang datang. Ketiganya mendarat di Madiun 26 Juli 2014 lalu. Jika dihitung baru 9 bulan pesawat ini bertugas di TNI AU. Namun pagi ini sudah terbakar hangus.

Berkaca dari kejadian hari ini, Kasau Marsekal Agus Supriatna akan mengkaji lebih cerdas sebelum menerima alutsista yang merupakan hibah dari negara asing.

"Ini pelajaran buat kita semua kalau mau beli pesawat lebih baik yang baru jangan hibah. Kami akan kaji, evaluasi, saya ini penerbang F-16 dan ini baru pertama kali," tegasnya.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP