LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. OTOMOTIF

Menguji Performa GWM Haval Jolion Ultra dengan Empat Jenis Rintangan, Ini Hasilnya

Haval Jolion Ultra kini menjadi salah satu unggulan dari Great Wall Motor (GWM) Indonesia.

Selasa, 03 Jun 2025 15:12:00
gwm indonesia
GWM Haval Jolion Ultra. (Liputan6.com/Septian) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Haval Jolion Ultra kini menjadi salah satu unggulan dari Great Wall Motor (GWM) Indonesia. Kendaraan ini dilengkapi dengan teknologi ADAS Level 2, sistem kamera 360 derajat, serta berbagai fitur keselamatan lainnya. Dalam acara Haval Jolion Ultra Driving Experience, GWM Indonesia memberikan kesempatan kepada sejumlah media nasional untuk mencoba dan merasakan manfaat dari teknologi mutakhir tersebut di Inchcape Manufacturing Facility, Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/6/2025). Terdapat empat sesi pengujian yang disiapkan, termasuk Acceleration Test, Blind Parking Test, Slalom Handling Course, dan Autonomous Emergency Braking (AEB) Test.

Pada sesi Acceleration Test, kami menguji performa mesin hybrid GWM L.E.M.O.N DHT 1.5L yang mampu memproduksi tenaga sebesar 187 HP dan torsi 375 Nm. Dengan adanya fitur Launch Control yang biasanya ada pada mobil sport, kendaraan ini dapat melesat dengan cepat tanpa kehilangan traksi. Akselerasi yang instan memungkinkan kami untuk mencapai kecepatan 100 km/jam dalam waktu yang singkat. GWM Haval Jolion Ultra lincah saat melakukan tes Slalom Handling Course. (Liputan6.com/Septian)

Selanjutnya, pada sesi Slalom Handling Course, stabilitas dan kelincahan GWM Haval Jolion Ultra diuji secara menyeluruh. Compact SUV yang dapat menampung lima penumpang ini diuji kemampuannya untuk bermanuver membentuk angka delapan dengan berbagai dimensi lingkaran. Meskipun memiliki wheelbase terpanjang di kelasnya, yaitu 2.700 mm, mobil ini menunjukkan kemampuan bermanuver dengan presisi tanpa mengorbankan stabilitas. Kemampuan ini tentunya bermanfaat bagi pengemudi yang sering menghadapi situasi lalu lintas yang padat atau jalan yang sempit dan berliku.

Pengujian berikutnya adalah Blind Parking Test, di mana peserta diuji untuk melakukan parkir di area sempit dengan seluruh kaca mobil ditutup rapat, hanya mengandalkan fitur 360 camera system yang ditampilkan melalui layar Multi-Touch Infotainment berukuran 12,3 inci. Dengan fitur ini, peserta dapat memantau kondisi sekitar kendaraan secara menyeluruh dengan tampilan visual dari berbagai sudut. Menariknya, pengemudi dapat memilih tampilan kamera dari berbagai sudut sesuai kebutuhan, mulai dari tampilan depan, belakang, hingga sudut samping, untuk mempermudah proses manuver saat parkir di area yang sempit dan minim visibilitas, sehingga memastikan keamanan dan presisi dalam setiap gerakan. Dengan dimensi panjang 4.472 mm, lebar 1.841 mm, dan tinggi 1.619 mm, mobil ini tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tantangan tersebut.

Advertisement

Uji Pengereman Darurat Otonom (AEB)

GWM Haval Jolion Ultra. (Liputan6.com/Septian) © 2025 Liputan6.com

Pengujian terakhir yang dilakukan adalah Uji Pengereman Darurat Otonom (AEB). Fitur AEB pada Haval Jolion Ultra bukan hanya sekadar teknologi tambahan, tetapi juga merupakan sistem keselamatan aktif yang berfungsi sebagai perlindungan terakhir ketika risiko kecelakaan tidak dapat dihindari. Dengan menggunakan fitur ini, kendaraan dapat mendeteksi potensi bahaya di depan secara real-time dan secara otomatis melakukan pengereman jika pengemudi terlambat bereaksi. Kami melakukan pengujian dengan menjaga kecepatan kendaraan pada 30 km/jam, dan ketika sistem mendeteksi adanya objek di depan, mobil akan secara otomatis mengerem hingga berhenti.

Setelah kendaraan berhenti, pengemudi diharuskan segera mengambil alih kontrol pengereman agar mobil tidak bergerak lagi. Namun, pengujian ini tidak selalu berjalan lancar; terdapat beberapa peserta yang gagal dan akhirnya menabrak manekin yang digunakan sebagai simulasi pejalan kaki di tengah jalan. Rata-rata peserta yang mengalami kegagalan disebabkan oleh reaksi reflek yang membuat mereka menekan pedal rem, sehingga sistem menganggap adanya intervensi dari pengemudi. Akibatnya, fitur tersebut tidak berfungsi, karena sistem berasumsi bahwa mobil sepenuhnya dikendalikan oleh pengemudi.

Advertisement
Advertisement

Fakta Olahraga Dapat Membantu Gangguan Kesehatan Mental (Liputan6.com/Abdillah)

Berita Terbaru
  • Kemendagri Apresiasi Pengendalian Inflasi Kota Tangerang, Masuk Jajaran Terbaik Nasional
  • Pemprov Kalsel Gencarkan Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga
  • Ditjenpas Papua Perkuat Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan Humanis dan Produktif
  • Bea Cukai Sulbagsel Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Gowa, Selamatkan Potensi Kerugian Negara
  • Pesawat Haji Gangguan Teknis Saudi Airlines Tiba Selamat di Madinah
  • berita update
  • be smart
  • gwm indonesia
  • konten ai
  • merdekaoto
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dedi Rahmadi
D
Reporter Dedi Rahmadi
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.