LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Suka tidak suka partai tempat pemimpin lahir

Partai Kebangkitan Bangsa tidak sepakat partai politik disebut gudang korupsi.

2015-11-17 07:35:00
Elit Parpol di Pusaran Korupsi
Advertisement

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik tertulis bahwa setiap partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Namun, nyatanya justru partai politik malah mementingkan kepentingan anggota sebagai kewajiban bukan menjadikan memperjuangkan kepentingan masyarakat dan bangsa. Hampir di setiap partai politik yang ada di Indonesia, setiap kadernya justru terlibat dalam kasus korupsi. Ada yang menjadi otak dari sebuah kasus korupsi, ada pula yang hanya kecipratan dari hasil korupsi.

Partai politik dianggap terlalu banyak membebankan para kadernya yang duduk di legislatif dan yudikatif untuk memberikan sumbangan ke partai. Jika tak mampu memenuhi 'kewajiban' itu, korupsi jadi solusi mutakhir. Banyak yang menilai pula, ada orang baik yang masuk ke partai politik akhirnya berubah dan tak lagi menjadi orang baik.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Daniel Johan tak mau partai politik dianggap sebagai sumber dari korupsi. Daniel menilai tidak adil apabila partai politik dicap seperti itu. Sebab menurut dirinya, korupsi acapkali sering terjadi tak hanya melibatkan kader partai politik.

"Cuma kan yang diekspos selalu urusan partai," kata Daniel saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (16/10).

Daniel menilai tidak patut apabila partai politik harus melulu dibenci oleh masyarakat. Alasannya, tidak ada yang dapat memungkiri bahwa di Indonesia untuk menjadi seorang pemimpin haruslah berangkat dari partai politik.

"Suka enggak suka, ya yang melahirkan pemimpin ya partai, sehingga kita tidak bisa cap partai itu jelek," katanya.

Apabila untuk menjadi seorang pemimpin haruslah terjun dahulu ke partai politik, Daniel yang duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR ini lalu sepakat bahwa setiap partai politik harus memperbaiki sistem kaderisasi agar menciptakan kader yang kompeten. Dia meyakini di tangan partai politik nasib bangsa ditentukan.

"Karena di partai itulah yang memproduksi pemimpin," katanya.

Daniel menyarankan ada baiknya seseorang tak perlu takut untuk masuk ke partai politik. Jika menilai seluruhnya partai politik 'kotor', justru orang tersebut malah justru tak akan mampu melangkah sesuai keinginannya.

"Kalau mau hidup ya kan harus kerja, kerja harus ada tantangan kan, kan kita nggak bisa kalau kerja jadi takut sama tantangan," ujarnya seraya tertawa.

Baca juga:
Salim Segaf Al-Jufri itu faksi keadilan yang basah di sejahtera
Kendali Hilmi dalam pusaran korupsi daging sapi
Dua faksi di tubuh PKS harus akhiri
Wiranto dan Amien Rais di balik dua faksi dalam partai dakwah
Misi dakwah berujung rasuah
Ada nama Megawati di korupsi dana haji
Suara PPP di Pilkada Serentak bakal jeblok imbas kasus korupsi haji

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.