Mengenal Diet Ketofastosis dan Manfaatnya bagi Tubuh, Pelajari Sebelum Melakukannya
Diet ketofastosis adalah jenis diet yang menggabungkan antara diet ketogenik dan diet fastosis. Diet ketofastosis telah cukup banyak dipraktikkan dan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Berikut informasi selengkapnya mengenai apa itu diet ketofastosis yang perlu Anda ketahui sebelum menjalankannya.
Diet ketofastosis adalah jenis diet yang menggabungkan antara diet ketogenik dan diet fastosis. Diet ketofastosis telah cukup banyak dipraktikkan dan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari bagi sebagian orang.
Diet ketogenik adalah sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sementara, fastosis adalah "fasting on ketosis", yang artinya puasa dalam kondisi ketosis.
Ketosis adalah kondisi dimana liver manusia memproduksi “ketone” untuk digunakan sebagai bahan bakar “fuel” atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketosis terjadi ketika tubuh tidak lagi memiliki asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi.
Fastosis bukanlah sebuah pola makan, melainkan sebuah gaya hidup yang harus diaplikasikan seumur hidup. Berikut informasi selengkapnya mengenai apa itu diet ketofastosis yang perlu Anda ketahui sebelum menjalankannya, dilansir dari halodoc.com.
Mengenal Diet Ketofastosis
Untuk memahami apa itu diet ketofastosis, Anda terlebih dahulu harus mengetahui bahwa pada diet ketofastosis, Anda dianjurkan untuk melakukan puasa dalam keadaan ketosis. Ketosis itu sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh hanya mengonsumsi sedikit karbohidrat atau bahkan tidak sama sekali.
Saat tubuh tidak memiliki cukup karbohidrat untuk dibakar sebagai energi, tubuh akan membakar lemak sebagai gantinya dan memproduksi zat yang disebut keton sebagai energi. Jadi, saat Anda menjalani diet ketofastosis, tubuh akan membakar lebih banyak lemak daripada saat Anda menjalani diet keto biasa.
Namun, melakukan puasa untuk mencapai kondisi ketosis juga masih diperdebatkan kemanjurannya. Untuk memahami perbedaannya, teknik puasa yang benar dapat mencegah komplikasi yang dapat berpotensi membahayakan tubuh dan dapat membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat dengan mudah.
Beberapa penelitian yang dilakukan telah menunjukkan bahwa diet ketofastosis aman untuk dilakukan dan dapat membantu menurunkan berat badan secara signifikan. Hal ini membuat diet ketofastosis lantas dipilih oleh banyak orang sebagai metode diet penurunan berat badan dan untukmempertahankan bentuk tubuh yang ideal.
Fase Diet Ketofastosis
Terdapat beberapa fase yang harus Anda jalani saat mempraktikkan diet ketofastosis, yaitu fase induksi, fase konsolidasi, dan fase maintenance (pemeliharaan). Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Fase Induksi
Fase pertama dalam diet ketofastosis adalah fase induksi. Fase ini bertujuan agar tubuh dapat beradaptasi dengan asupan lemak yang akan berperan sebagai sumber energi. Oleh sebab itu, dalam menjalani diet ini Anda perlu mengurangi asupan karbohidrat hingga hanya 10 gram per hari.
Saat Anda menekan jumlah asupan karbohidrat per hari dan menggantinya dengan asupan lemak yang lebih banyak, maka secara berangsur-angsur tubuh akan beradaptasi untuk mengubah asupan lemak tersebut menjadi energi.
Menu makanan yang dianjurkan dalam fase induksi hanya yang berasal dari sumber hewani, seperti seafood, ayam, telur, dan daging. Disarankan juga untuk berpuasa (dengan tetap diperbolehkan untuk minum air dan minuman bebas kalori lainnya) selama 16-18 jam.
Fase induksi ini biasanya hanya berlangsung sekitar 2 sampai 3 hari. Dalam menjalani fase ini, Anda juga perlu berolahraga minimal 30-45 menit per hari agar berat badan dapat turun dengan cepat.
2. Fase Konsolidasi
Fase konsolidasi adalah fase kedua dalam diet ketofastosis. Pada fase ini, Anda boleh mulai memasukkan unsur nabati dan sayur dalam menu makanan sehari-hari. Namun, Anda belum disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan.
Ketika memasuki fase konsolidasi, tubuh akan sudah terbiasa menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama metabolisme. Namun, jika mengonsumsi sayur-sayuran membuat kadar gula darah dalam tubuh meningkat hingga lebih dari 90 miligram/deciliter, maka Anda diharuskan kembali ke fase induksi agar kondisi tubuh kembali ke karakteristik dasar.
Fase konsolidasi ini biasanya perlu dijalani selama sekitar 1 minggu sampai 1 bulan.
3. Fase Maintenance
Fase ketiga dalam diet ketofastosis adalah fase maintenance. Di fase maintenance, tubuhbiasanya sudah menjadikan lemak sebagai sumber bahan bakar metabolisme yang utama. Anda juga sudah boleh memasukkan buah-buahan ke dalam daftar makanan.
Penting juga untuk memeriksakan kadar gula darah setiap saat agar tidak melebihi 90 miligram/deciliter dan menjaga total karbohidrat di bawah 20 gram per hari.
Pada fase ini, pengikisan lemak cadangan dan hormon-hormon tubuh pun sudah berjalan optimal. Anda biasanya telah memiliki kemampuan endurance yang lebih kuat. Dalam menentukan menu makanan, gunakan perbandingan rasio 3:1, yakni 75 persen lemak berbanding 25 persen protein dengan kombinasi karbohidrat sebesar 10 persen.
Jenis Diet Ketofastosis
Berikut beberapa jenis diet ketofastosis yang dapat Anda praktikkan, yaitu:
- Puasa 16 jam (16:8). Pada jenis ini, Anda harus melakukan puasa selama 16 jam dan makan sepuasnya selama 8 jam. Disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi sesuatu yang sehat agar berdampak baik. Pada jenis ini, disarankan untuk tidak makan malam dan juga sarapan untuk efek yang lebih maksimal.
- Makan sehari sekali. Anda hanya harus makan besar dalam satu hari, setelah itu berpuasa kembali hingga keesokan harinya.
- Puasa alternatif. Di jenis ini Anda dapat memakan apapun pada satu hari penuh. Namun keesokan harinya Anda tidak boleh makan sama sekali. Selalu pastikan Anda benar-benar makan banyak, sehingga tidak terjadi defisit kalori.
Manfaat Diet Ketofastosis
Diet ketofastosis memiliki beberapa manfaat utama yang bisa Anda peroleh jika menjalankannya dengan tepat. Berikut beberapa manfaat diet ketofastosis yang perlu diketahui:
1. Kurangi Lemak Tubuh
Membantu mengurangi lemak di dalam tubuh adalah manfaat diet ketofastosis yang pertama. Dengan berkurangnya lemak, maka berat tubuh pun akan turun. Ketofastosis dilakukan dengan cara makan selama 8 jam, lalu dilanjutkan dengan berpuasa selama 16 jam setiap harinya.
Cara tersebut membantu menurunkan berat badan secara signifikan tanpa menghitung kalori. Selain itu, cara ini dua kali lebih efektif jika dilakukan bersama dengan pola makan yang sehat tanpa mengonsumsi junk food.
2. Bantu Kuatkan Otot
Manfaat diet ketofastosis yang kedua untuk membantu menguatkan otot. Menjalani diet ketofastosis diketahui dapat menguatkan otot tubuh. Hal ini terjadi karena kadar HGH akan diproduksi lebih banyak apabila tubuh memiliki kadar lemak yang rendah.
Kadar HGH tersebut akan meningkat sebanyak 2.000 persen pada pria, dan 1.300 persen pada wanita yang lapisan lemak pada tubuhnya rendah. Kadar HGH mempunyai peranan penting untuk pembentukan otot.
3. Perlambat Penuaan
Mengalami perlambatan penuaan adalah manfaat ketiga dari diet ketofastosis. Berpuasa dapat meningkatkan produksi sel pusat tubuh. Tubuh Anda akan melakukan regenerasi sel. Di samping itu, dengan melakukan diet ketofastosis, sel tubuh akan menjadi lebih muda. Sel pusat yang baik akan berdampak pada kulit, persendian, luka, dan lain-lain.