Transaksi Digital Bikin Senyum Penjual Bakpia di Jogja Makin Lebar, Laris Manis Berkat Cashless
Perubahan sistem pembayaran yang kini lebih banyak mengandalkan teknologi membuat penjual bakpia harus beradaptasi.
Berdasarkan data laporan Bank Indonesia, pada triwulan III 2024 transaksi perbankan digital (digital banking) tumbuh sebesar 34,43% year on year (yoy), atau tercatat sebanyak 5.666,28 juta transaksi. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Oktober 2024 lalu.
Kondisi tersebut menjadi cerminan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi untuk berbagai transaksi finansial sehari-hari. Terlebih dengan dukungan sistem pembayaran digital yang semakin aman, lancar dan bisa diandalkan.
“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan III-2024 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ungkap Perry dikutip dari laman bri.co.id.
Transaksi Digital BRI Dukung UMKM Naikkan Omzet
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BRI telah meluncurkan berbagai layanan transaksi digital untuk mempermudah para nasabah tak terkecuali bagi pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pelaku bisnis dapat memanfaatkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) BRI sebagai layanan pembayaran digital untuk mempermudah transaksi penjualan.
Dikutip dari laman bri.co.id, hingga Desember 2024, BRI telah menerbitkan lebih dari 4,1 juta QRIS BRI guna mempermudah transaksi digital yang praktis, aman, dan andal untuk masyarakat. Sumiyati, salah satu produsen sekaligus penjual bakpia tertua di Kampung Pathuk Sentra Bakpia Yogyakarta juga telah memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran di tokonya.
Perubahan sistem pembayaran yang kini lebih banyak mengandalkan teknologi membuatnya harus beradaptasi. "Sekarang kan apa-apa pakai HP ya mbak, pesen makan, bayar-bayar cuma pakai HP, jadi kami juga menyesuaikan dengan menyediakan QRIS untuk alat pembayaran." jelasnya saat ditemui merdeka.com Jumat (28/02).
Pemilik bisnis bakpia dengan merek dagang Bakpia 543 Sonder itu mulai merasakan manfaat dari adopsi pembayaran digital. Sumiyati kini tak perlu menyediakan uang tunai untuk kembalian.
Ia juga tak perlu khawatir soal risiko kehilangan uang. Saat pembeli melakukan pembayaran, Sumiyati akan langsung mendapatkan notifikasi dari BRI-Notif yang dikirim melalui WhatsApp.
Selain pembayaran melalui QRIS, Sumiyati juga menerima pembayaran via transfer ke rekening BRI miliknya. Mengingat Bakpia 543 Sonder juga dapat dipesan melalui WhatsApp, pembeli tak perlu datang ke toko untuk memborong oleh-oleh khas Jogja itu.
"Pembeli Bakpia Sonder (merek dagang bakpia milik Sumiyati) itu gak cuma yang datang ke toko, ada juga yang pesan lewat WhatsApp, yang seperti itu pembayarannya bisa lewat transfer, ada BRI juga." ungkapnya.
Berkat menerapkan transaksi digital yang disupport dari BRI, Sumiyati mengaku pendapatan yang diperoleh bisa meningkat drastis. Para wisatawan yang berkunjung ke Kampung Pathuk Sentra Bakpia Yogyakarta juga akan merasakan kemudahan dari pembayaran cashless atau non tunai tersebut.
"Transaksi QRIS, transfer itu sangat sangat membantu, bikin omzet juga meningkat karena pembeli ada pilihan untuk bayar non tunai." jelas Sumiyati lebih lanjut.
Manfaatkan Fitur Autodebit untuk Bayar Angsuran KUR BRI
Transaksi penjualan yang masuk ke rekening juga mempermudah Sumiyati untuk merekap penghasilan selama periode tertentu. Selain itu jumlah uang yang masuk juga secara otomatis bisa terdebit untuk pembayaran angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI yang diambil Sumiyati untuk mengembangkan bisnis bakpia miliknya.
"Saya ada KUR dari BRI, uang masuk dari pembeli itu saya biarin aja di ATM buat bayar angsuran, jadi saya gak usah repot mindah-mindah duit, nanti kepotong otomatis buat bayar KUR." papar perempuan 47 tahun tersebut menjelaskan manfaat lain dari layangan transaksi digital BRI yang mempermudahnya untuk membayar angsuran KUR.
Untuk menghindari keterlambatan, pembayaran angsuran KUR memang bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur autodebit dari BRI. Angsuran akan secara otomatis dipotong dari rekening tabungan setiap bulan. Saldo dalam rekening pastikan cukup untuk membayar tagihan agar pembayaran berjalan lancar dan terbebas dari denda keterlambatan atau catatan buruk dalam riwayat kredit.
Fitur autodebit untuk pembayaran angsuran biasanya akan ditawarkan petugas BRI saat pengajuan KUR. Nasabah hanya perlu mengisi formulir persetujuan untuk autodebit saat pencairan kredit di kantor BRI terdekat.
Status autodebit KUR BRI juga dapat dicek melalui BRImo, aplikasi mobile banking dari BRI. Selain autodebit, pembayaran angsuran KUR juga dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi BRImo.
Berikut cara pembayaran KUR BRI melalui BRImo yang dilansir dari bri.co.id :
- Login dengan memasukkan username dan kata sandi di aplikasi BRImo
- Pilih menu bayar pinjaman.
- Tulis nomor pinjaman KUR BRI yang Anda miliki.
- Setelah itu, akan muncul detail tagihan berjalan KUR BRI Anda.
- Pilih menu pembayaran untuk melakukan pembayaran tagihan KUR.
- Tulis jumlah uang yang akan Anda bayarkan sesuai tagihan KUR.
- Pilih menu bayar dan Anda akan mendapat notifikasi jika telah berhasil melakukan pembayaran tagihan KUR BRI.
Sebagai informasi, sisa angsuran KUR BRI juga dapat Anda cek melalui BRImo. Superapps besutan BRI tersebut memang dirancang untuk mendukung transaksi keuangan digital secara cepat dan aman hanya melalui ponsel pintar.
Kehadiran BRImo diharapkan menjadi one stop solution bagi nasabah dalam melakukan berbagai transaksi perbankan secara digital. BRI juga terus berinovasi dalam mendukung digitalisasi transaksi.