Wagub Sandiaga pastikan penerapan sistem jalan berbayar mulai diterapkan 2019
Wagub Sandiaga pastikan penerapan sistem jalan berbayar mulai diterapkan 2019. Sandi tak memungkiri kemacetan di Jakarta memang disumbang oleh mobil dari luar Jakarta. Menurut dia dari data dimiliknya tingkat populasi kendaraan masuk Jakarta mencapai 50 persen.
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, masih mengkaji rencana penerapan jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing/ERP) bagi mobil dari luar Jakarta yang masuk ke ibu kota pada 2019. Penerapan jalan berbayar elektronik tersebut guna mengurangi kepadatan roda empat di Jakarta.
"Kami berprinsip penerapan ERP itu adalah Maret 2019, setelah mengfungsikan LRT (Light Rapid Transit). Jadi nanti saya cek sama Pak Bambang Pri dari BPTJ," kata Sandi di Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3).
Sandi tak memungkiri kemacetan di Jakarta memang disumbang oleh mobil dari luar Jakarta. Menurut dia dari data dimiliknya tingkat populasi kendaraan masuk Jakarta mencapai 50 persen.
"Jadi data kita hampir setengah kendaraan ada di wilayah Jakarta, itu dari luar dan melintas di Jakarta dan ini nanti bisa kita tata lebih baik ke depan. Makanya kebijakan ini (ERP) adalah bersama pemerintah pusat dan Pemprov DKI," kata dia.
ERP atau sistem jalan berbayar merupakan sistem skema pengumpulan tol elektronik yang diadopsi untuk mengatur lalu lintas dengan cara jalan berbayar. Rencana itu dimunculkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kemacetan Tol Cikampek berkurang, BPTJ gencarkan penggunaan angkutan umum
Siap-siap, aturan ganjil-genap di Tol Tangerang diberlakukan Mei
'Sudahlah, kembalikan fungsi jalan di Tanah Abang sebagaimana mestinya'
Ombudsman tegaskan penutupan Jl Jati Baru masuk maladministrasi
Ombudsman tegaskan rekomendasi soal penutupan Jalan Jatibaru wajib dilakukan
Dukung Ombudsman, NasDem DKI minta Anies buka Jalan Jatibaru
DPRD DKI Jakarta minta Anies evaluasi penutupan Jalan Jatibaru