Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemacetan Tol Cikampek berkurang, BPTJ gencarkan penggunaan angkutan umum

Kemacetan Tol Cikampek berkurang, BPTJ gencarkan penggunaan angkutan umum Kepala BPTJ Bambang Prihartono. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengklaim pemberlakuan skema ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Cikampek berhasil mengurai kemacetan. Bahkan, waktu tempuh dari Bekasi menuju Jakarta menjadi jauh lebih cepat dari waktu sebelumnya.

"Dari hasil evaluasi terjadi peningkatan kecepatan ke 60 km/jam. Saya coba sendiri bisa sampai 90 km/jam. Kecepatan bisa dimaintain dengan baik. Waktu tempuh meningkat. Dari Bekasi ke Cawang yang biasanya 1,5 jam sekarang 47 menit," ungkap Bambang di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (21/3).

"Yang kami khawatirkan jalan Arteri Kalimalang (akan macet), ternyata clean, hijau (lancar). Dari arah Depok ke Japek relatif lancar. Bahkan ada testimoni arus dari Bandung pagi hari lancar," imbuhnya.

Selain itu, juga terjadi perubahan pola pergerakan orang. Masyarakat yang biasanya menggunakan Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat 1, GT Bekasi Barat 2 dan Bekasi Timur, kini sudah mulai mencari alternatif pintu tol lain.

"Orang sekarang lagi mencari bentuk. Misalnya, dia berusaha lewat pintu tol tambun, lewat tol Cikunir, artinya beban sudah mulai terbagi rata. Orang berangkat lebih pagi. Ini bagus. Kebijakan ini termasuk sukses karena sudah terbagi beban, selama ini hanya jam 06.00-09.00 sekarang mulai berangkat lebih pagi," jelasnya.

Meski demikian, dia tetap mengantisipasi adanya masyarakat yang memanfaatkan lancarnya arus lalu lintas untuk kembali menggunakan mobil pribadi. Untuk itu, BPTJ akan menggencarkan promosi dan upaya mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

"Tugas kita push masyarakat ke angkutan umum, massal. Kami lakukan promosi. Tim marketing kami bekerja terus. Kami lakukan promosi bahwa angkutan umum jadi nyaman dan aman, sehingga target kami tahun, menggeser 2.000 penumpang ke angkutan massal bisa tercapai," tegas Bambang.

"Kita promosi bahwa perjalanan dari Bekasi ke Jakarta sudah bukan perjalanan antar planet lagi. Selama ini di-bully kan, Bekasi adalah planet lain," ujar Bambang.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan, bahwa kebijakan Pemerintah sepatutnya diinformasikan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat menjadi paham dan menerima, juga dapat memberikan masukan terhadap program-program yang telah digagas dan dijalankan.

"Dengan sosialisasi yang baik seluruh lapisan masyarakat diharapkan kebijakan tak munculkan pertanyaan dan kebingungan. Paket kebijakan perlu disosialisasikan dengan baik," kata Carmelita.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP