Wagub Djarot: Pelaku bom bunuh diri tidak mati syahid
Menurutnya mereka yang melakukan aksi bunuh diri justru mati atas nama kekerasan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengecam aksi bom bunuh diri di Mapolres Surakarta, Selasa (5/7) kemarin. Dia menyebut pelaku bukan bagian dari agama Islam. Ditegaskan Djarot Islam mengajarkan kasih bukan kekerasan.
"Kalau insiden bom, mereka kan agamanya agama kekerasan. Islam tidak seperti itu," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta, Rabu (6/7).
"Islam agama yang penuh kasih, penuh sayang. Islam agama yang memberikan rahmat kepada seluruh alam, rahmatan lil alamain," kata Djarot.
Djarot mengatakan mereka yang sengaja ingin mati karena bom bunuh diri bukan mati syahid. Menurut Djarot mereka yang melakukan aksi teror, mati dengan kekerasannya.
"Jadi mereka yang mati, bukan mati syahid ya. Biarkan saja mereka mati dengan kekerasannya," ujar dia.
Politikus PDIP ini pun meminta masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta tidak perlu takut terhadap aksi teror dari para terorisme.
Dia memastikan saat ini, Jakarta dalam kondisi aman. Djarot juga bersyukur warga Jakarta tidak terpengaruh dengan isu-isu terorisme.
"Masyarakat Indonesia jangan takut, jangan khawatir. Alhamdulillah Jakarta aman. Tadi malam takbiran kita pantau juga Alhamdulillah aman. Hujan deras pagi-pagi juga aman. Dan masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu teroris," ujar Djarot.
Baca juga:
Pemerintah susun daftar inventarisasi masalah untuk RUU Terorisme
Gelar open house, Akom soroti bom bunuh diri di Solo
Meratapi muslim Syiah dan Sunni Irak salat Id di lokasi serangan bom
Menteri Agama tegaskan teror bom bunuh diri bukan ajaran Islam
Raja Saudi bersumpah serang balik aksi teror dengan 'tangan besi'
Golkar kutuk keras pelaku bom bunuh diri di Arab Saudi dan solo
Kejinya militan bikin teror bom global jelang Idul Fitri