Sosok Prasetyo Edi Marsudi, Eks Ketua DPRD DKI Jakarta yang Kini Jabat Ketua Dewas PAM Jaya
Jabatan Dewas PAM Jaya itu resmi diemban Prasetyo pada 4 Agustus 2025.
Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 dan 2019-2024 Prasetyo Edi Marsudi resmi menjabat sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. Jabatan Dewas PAM Jaya itu resmi diemban Prasetyo pada 4 Agustus 2025.
“Saya siap turun tangan dan berkontribusi langsung memastikan target-target di PAM JAYA terwujud dengan berbagai terobosan inovasi, sinergi serta kolaborasi,” kata Prasetyo di laman Instagram resminya @prasetyoedimarsudi, dikutip Rabu (6/8).
Janji Prasetyo Edi
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini menyatakan bakal memastikan pelayanan maksimal dan optimal PAM Jaya dalam menyediakan akses air bersih yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan bagi warga DKI Jakarta.
Selain itu, Prasetyo menyebut edukasi terkait air perpipaan di Jakarta akan terus dilakukan. Tak hanya itu, dia juga berjanji bakal menjalankan berbagai upaya serta terobosan untuk menyediakan akses air bersih di Jakarta.
“Kita akan pastikan target-target PAM JAYA cepat terwujud dan tercapai seperti IPO hingga cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta,” kata Prasetyo.
Dia berujar, setelah menerima amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas PAM JAYA, rapat juga langsung digelar bersama seluruh direksi, senior manager hingga manager di lingkungan kerja kantor pusat PAM JAYA.
“InsyaAllah saya akan kerja maksimal dan optimal sebagai Ketua Dewas,” ucap Prasetyo.
Lantas, bagaimanakah sosok Prasetyo yang dipercaya menjadi Dewas PAM Jaya?
Profil Prasetyo Edi
Prasetyo lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 13 Mei 1962. Pria yang kini menginjak usia 63 tahun itu telah menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta sejak 26 September 2014 sebelum akhirnya ditunjuk lagi untuk memimpin DPRD DKI periode 2019-2024.
Dengan begitu, Prasetyo sudah memasuki tiga periode bekerja di Kebon Sirih, Jakarta. Sebab, dia juga sudah menjabat sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta sejak 2013.
Pada 2013, Prasetyo menjadi 'pemain pengganti' anggota DPRD DKI melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW). Prasetyo menggantikan kader PDI Perjuangan yang mengundurkan diri karena pindah partai.
Sebagai partai pemenang Pemilu, PDI Perjuangan menunjuk Prasetyo sebagai Ketua DPRD DKI periode 2014-2019. Selain itu saat Pilgub DKI Jakarta 2012, Prasetyo merupakan anggota tim kampanye Jokowi-Ahok.
Kemudian pada 2019, dia dipercaya sebagai ketua tim kampanye Jokowi-Maruf untuk daerah DKI Jakarta.
Sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD DKI, Prasetyo tercatat berkiprah di sejumlah organisasi, antara lain Ketua Bidang Kemitraan KONI DKI Jakarta, Ketua DPD Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta, Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia DKI Jakarta, Ketua Presidium Nasional Gerakan Rakyat Anti-Madat (Geram), dan Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta.
Pada pileg 2019, Prasetyo juga mengantongi suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) I Jakarta Pusat, yakni sebesar 28.808 suara. Sehingga dia kembali dipercaya menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta untuk periode 2019-2024.
Selain itu, Prasetyo jugalah satu-satunya Ketua DPRD DKI Jakarta yang mengalami empat pimpinan gubernur berbeda. Yaitu Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan.