Sempat berambisi, Ahok urungkan niat kelola GBK
Stadion GBK bakal jadi salah satu venue di Asian Games 2018.
Pemprov DKI Jakarta sempat berambisi untuk mengambil alih pengelolaan Gelora Bung Karno yang saat ini masih di bawah Sekretaris Negara (Setneg). Apalagi dengan APBD DKI Jakarta mencapai Rp 73 triliun, semula merasa yakin bisa mengelola secara profesional.
"Secara anggaran untuk kelola GBK kami mampu. Kami lebih kaya dari konglomerat," ucap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membanggakan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/1).
Ahok menambahkan, niat mengambil alih GBK untuk persiapan Asian Games 2018, sebab Jakarta menjadi tuan rumah. Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya berencana untuk mengirimkan surat ke Setneg untuk meminta pengelolaan GBK.
Tapi, niatan yang hampir matang itu batal direalisasikan mantan Bupati Belitung Timur. Sebab pengelolaan GBK akan diambil alih oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bahkan, rencana untuk merenovasi venue di dalamnya dibatalkan, dan diserahkan kepada pemerintah pusat.
"Begini, Jakarta sebenarnya mampu kelola GBK. Tapi secara nasional lebih baik yang mengelola kementerian di pusat lah," jelas Ahok.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta menggandeng tiga pengembang untuk membangun Kampung Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ini adalah salah satu venue yang dipersiapkan untuk menyambut Asian Games 2018. Kampung Atlet nantinya akan menampung puluhan ribu olahragawan berserta official Asian Games 2018.
Baca juga:
Kerja sama disetop Ahok, PT JM siap berjuang di pengadilan
Batal dibangun, tiang monorail segera diratakan dengan tanah
Turun Rp 500, Ahok mau tarif baru angkutan umum segera diberlakukan
Sempat sesumbar siap bangun kampung deret, kini Ahok fokus ke rusun
Sore-sore, Jokowi tiba-tiba kangen Ahok
Wagub DKI: Tak semua lurah dapat gaji Rp 30 juta