Pramono Minta Maaf Warga Cawang Diterjang Banjir: Kami Tidak Bisa Puaskan Semua
Dia mengakui mendapat keluhan dari warga melalui media sosialnya.
Gubernur Jakarta Pramono Anung meminta maaf kepada warga Cawang, Jakarta Timur yang diterjang banjir. Dia mengakui mendapat keluhan dari warga melalui media sosialnya.
"Nah, untuk masyarakat Cawang saya udah baca di IG saya, ya kami mohon maaf tidak bisa memuaskan semuanya," kata Pramono kepada awak media, Senin (7/7).
Meski begitu, Pramono mengklaim penanganan banjir di Jakarta lebih baik ketimbang provinsi lain yang juga sedang dilanda bencana serupa.
"Tetapi kalau mau melihat, lihatlah yang tempat lain yang mengalami seperti yang dialami Jakarta pada hari ini. Saya yakin pasti Jakarta penanganannya relatif sudah baik," dia menandasi.
Tangani Banjir Secara Terpadu
Pramono mengklaim penanganan banjir di Jakarta sudah dilakukan dengan baik lewat sistem terpadu.
"Semua daerah ditangani secara baik-baik. Memang kemarin kalau kami hanya turun ke lapangan satu titik, itu akan menyebabkan titik lain pasti. Maka kami bekerja melalui sistem," kata Pramono.
Pramono memastikan, saat hujan turun dengan lebat, dirinya memantau command center untuk mengetahui perkembangan titik ketinggian air.
"Semuanya dimonitor, mana air yang tinggi, mana yang kurang dan sebagainya dan itulah yang kemudian kita gunakan untuk diskusi apakah yang ini boleh (pintu airnya) dibuka atau tidak," jelas Pramono.
Pramono menyatakan, semalam pada pukul 11 dirinya sudah menelepon Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ika Agustin untuk meminta jangan membuka pintu air arah istana. Namun kondisinya sulit, sehingga hal itu harus dilakukan secara perlahan.
"Jam 11 malam saya telpon Bu Ika, 'Bu, kalau bisa sebisa mungkin yang ke arah Istana jangan dibuka dulu'. Tetapi ternyata nggak bisa, harus dibuka sedikit-sedikit dan ternyata nggak menimbulkan efek apapun karena memang diatur debit untuk dikeluarkannya," ungkap politisi PDIP itu.