Haji Lulung: Saya sakit, tapi siap dipanggil Bareskrim
Lulung mengaku siap mematuhi aturan hukum berlaku di Indonesia.
Penyidik Polda Metro Jaya telah melimpahkan berkas kasus dugaan penggelembungan anggaran pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD 2014 ke Bareskrim Polri. Terkait itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau kerap disapa Haji Lulung mengaku siap bila dipanggil dan diperiksa oleh Bareskrim sebagai saksi.
"Kita tunggu untuk dipanggil," kata Haji Lulung kepada merdeka.com di lobi utama gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (20/3) malam.
Haji Lulung mengulangi pernyataan dia siap dipanggil oleh Bareskrim apabila dipanggil sebagai saksi. Menurut dia itu adalah bentuk kepatuhannya pada hukum berlaku.
"Dan kita apresiasi. Sebagai warga negara kita harus patuh dengan hukum, kalau saya diminta keterangan sebagai saksi saya akan datang," lanjut Haji Lulung.
Haji Lulung menyatakan sudah melaporkan kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia mengklaim sebagai orang ketiga di lingkungan DPRD DKI Jakarta melaporkan harta.
"Oh sudah beres, paling beres. Saya saja nomor tiga telah melapor," ujar sang Haji yang mengaku masih sakit semenjak empat hari yang lalu. "Saya sakit sudah empat hari. Batuk-batuk dan badan meriang," lanjutnya.
Baca juga:
Mabes Polri awasi penanganan kasus UPS oleh Polda Metro Jaya
Polisi sudah bidik 2 PNS DKI jadi tersangka kasus UPS
Polri anggap kasus UPS rumit maka pantas dilimpahkan ke Bareskrim
Demi harmonisasi, Polda Metro limpahkan kasus UPS ke Bareskrim
Ini alasan Bareskrim turun tangan usut korupsi UPS di DKI