LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Cerita Ahok doakan Lulung panjang umur karena dituding terlibat UPS

Menurut Lulung, Ahok adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

2015-11-26 09:30:00
Korupsi Pengadaan UPS
Advertisement

Hubungan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana (Lulung) kerap memanas. Meski keduanya beberapa waktu lalu sempat 'berdamai', nyatanya perang kata-kata di media antara keduanya masih saja kerap terjadi.

Perang mulut keduanya seperti terlihat di kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) dalam APBD-P DKI Jakarta 2014, yang tengah ditangani oleh Bareskrim Polri. Kemarin, Lulung secara tegas menyalahkan Ahok dalam kasus tersebut.

Menurut Lulung, Ahok adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut. Sebab, lelang bisa terselenggara karena ada yang membuat Surat Penyediaan Dana (SPD) yakni Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, Lulung menyatakan Ahok sudah bisa diduga sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Yang paling bertanggung jawab dalam dalam kasus UPS ini adalah saudara Gubernur DKI, karena dia yang membuat SPD. Tanpa dia membuat SPD, ini lelang tidak akan terjadi. Jadi Ahok sudah dapat diduga tersangka," kata Lulung usai diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/11) kemarin.

Lulung yang datang ke Bareskrim Polri bersama kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, diperiksa sebagai saksi dalam kasus UPS yang melibatkan anggota DPRD DKI. Dalam kasus tersebut, dua anggota DPRD DKI yakni Fahmi dan Firmansyah sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim.

Dalam pemeriksaan tersebut, Lulung mengaku dicecar enam pertanyaan oleh penyidik. Salah satunya soal boleh tidaknya dilakukan pelelangan UPS.

"Saya bilang enggak boleh dilelang. Semakin hari semakin tahu, terang benderang, bahwa pejabat pembuat komitmen tidak boleh melelang ini," paparnya.

Ahok yang biasanya meledak-ledak, kali ini lebih kalem menanggapi pernyataan Lulung yang menyalahkan dirinya itu. Namun demikian, Ahok menyindir dengan mendoakan Lulung agar selalu sehat dan panjang umur agar bisa menjadi Gubernur DKI.

"Justru saya doain Pak Lulung itu, panjang umur, sehat, supaya saya lihat terpilih jadi Gubernur," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/11).

Jika dikaitkan, sindiran Ahok ini terkait dengan pernyataan Lulung beberapa waktu lalu yang mengaku siap mencalonkan diri sebagai gubernur DKI di Pilgub DKI 2017 mendatang. Saat itu, Lulung mengaku siap maju apabila Partai Persatuan Pembangun (PPP) mengusungnya.

"Saya masih menunggu dari partai saya. Kalau ada teman-teman nyalonin saya maju, karena itu kan amanah," kata Lulung saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (5/10).

Lebih lanjut Ahok mengaku menyerahkan penyelesaian kasus dugaan korupsi pengadaan UPS pada Bareskrim Mabes Polri. Ahok mengaku siap dipanggil Bareskrim Polri jika penyidik memerlukan keterangannya untuk membongkar kasus ini.

"Aku tidak tahu, nanti urusan polisi deh yang panggil. Kalau memang itu aku yang tanggung jawab, pasti nanti di dalam investigasi saya dipanggil. Jadi kalau sudah masuk jalur hukum itu pasti dipanggil. Nah berarti kalau memang betul ada hubungan dengan saya, pasti dipanggil. Tapi kalau keterangan saya sudah cukup ya tidak dipanggil," kata Ahok.

Baca juga:
Dituding korupsi UPS, Ahok doakan lulung sehat supaya jadi gubernur
Lulung sebut pengadaan UPS berawal dari Ahok yang mengadakan lelang
Lulung sebut Ahok paling bertanggung jawab dalam kasus UPS
4 Kali sambangi Bareskrim, Lulung diperiksa sebagai saksi kasus UPS
Diperiksa Bareskrim, tersangka tegaskan pengadaan UPS sesuai aturan
Tunggu status hukum, tersangka UPS ogah mundur dari DPRD DKI
Tersangka UPS mengaku dicecar 56 pertanyaan terkait APBD 2014

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.