Dari Jess No Limit hingga Pandawara Group Masuk Jajaran Forbes 30 Under 30, Apa Itu dan Dampaknya untuk Masyarakat?
Forbes 30 Under 30 adalah daftar bergengsi yang mengakui tokoh muda berpengaruh. Simak profil Jess No Limit, Pandawara Group, dan dampaknya bagi masyarakat.
Setiap tahun, ribuan anak muda di seluruh dunia mengincar satu pencapaian prestisius: masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30. Ini bukan sekadar penghargaan biasa, melainkan simbol bahwa mereka telah menciptakan perubahan nyata dan siap menjadi pemimpin masa depan dalam industri masing-masing. Dari teknologi, hiburan, hingga sosial dan sains — ajang ini menjadi barometer prestasi generasi muda global, termasuk Indonesia.
Apa Itu Forbes 30 Under 30?
Forbes 30 Under 30 adalah daftar tahunan yang dirilis oleh majalah bisnis ternama Forbes. Daftar ini menyoroti 30 anak muda paling berpengaruh di bawah usia 30 tahun dari berbagai bidang seperti teknologi, seni, olahraga, pendidikan, kesehatan, media sosial, hingga kewirausahaan. Tidak hanya ada satu daftar global, Forbes juga menerbitkan versi regional, termasuk Asia, yang kian lama kian menarik perhatian publik dunia.
Para individu yang terpilih dikenal bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena inovasi, dampak sosial, dan potensi jangka panjang dalam membentuk masa depan industri dan masyarakat.
Proses Seleksi: Ketat, Transparan, dan Menginspirasi
Proses seleksi Forbes 30 Under 30 terkenal ketat dan menyeluruh. Setiap tahun, ribuan nominasi masuk secara online dari seluruh dunia. Pada tahun 2021 saja, sekitar 2.500 nama diajukan, namun hanya 300 nama yang berhasil masuk daftar akhir untuk wilayah Asia. Seleksi dimulai dari tahap verifikasi awal oleh tim riset dan cek fakta Forbes. Kemudian, kandidat disaring dan dievaluasi oleh panel juri independen yang terdiri dari tokoh senior di berbagai bidang industri.
Beberapa kriteria utama dalam seleksi antara lain:
1. Nilai kepemimpinan dan inovasi
2. Dampak sosial dan industri
3. Potensi sukses jangka panjang
4. Tingkat disrupsi dan pertumbuhan bisnis
Dalam daftar Asia, nama-nama muda ini dibagi ke dalam 10 kategori berbeda, mulai dari enterprise technology, consumer tech, hiburan, olahraga, hingga media sosial. Ini membuktikan bahwa kontribusi anak muda bukan hanya di sektor startup atau teknologi, tetapi merambah ke banyak sisi kehidupan.
Kiprah Anak Muda Indonesia: Dari Sungai Citarum hingga Olimpiade
Dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2025, prestasi anak muda Indonesia mencuri perhatian. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini ada 25 nama dari Tanah Air yang masuk, meningkat dari 13 orang pada tahun sebelumnya. Angka ini menjadi penanda betapa besar potensi anak muda Indonesia untuk tampil di kancah global.
Beberapa nama yang menonjol antara lain:
1. Bidang Teknologi & Startup
Alim Anggono, Wildan Fhmi Gunawan, dan Zaky Muhammad Syah (26 tahun) – Pendiri Dibimbing, platform edtech yang membantu anak muda mengembangkan karier.
Grady Kusmulyadi (29 tahun) – Chief Product Officer McEasy, perusahaan logistik berbasis teknologi.
2. Bidang Hiburan & Olahraga
Rizki Juniansyah (21 tahun) – Peraih emas Olimpiade Paris 2024 dan pemecah rekor dunia angkat berat.
Veddriq Leonardo (27 tahun) – Atlet panjat tebing tercepat dunia, peraih medali emas Olimpiade dan penghargaan Atlet Terbaik World Games 2024.
4. Bidang Finansial & E-commerce
Nathan Gunawan (27) – Co-founder Pallav Technologies.
Laura Lukito (29) – Co-founder Arkopay, platform pembayaran digital.
Nicholas Yudhistira (25) – Associate di perusahaan modal ventura 3 Ventures.
5. Bidang Media Sosial & Aktivisme
Tobias Justin (28) – Lebih dikenal sebagai Jess No Limit, content creator terbesar Asia Tenggara dengan lebih dari 54 juta subscriber YouTube.
Pandawara Group – Kelompok aktivis lingkungan yang viral karena aksi bersih-bersih sungai. Mereka telah mengumpulkan lebih dari 1,3 juta kilogram sampah dan mengedukasi jutaan orang melalui media sosial.
6. Bidang Seni & Kuliner
Benjamin M. A. (26) – Pendiri Sambal Bakar Indonesia yang sukses mempopulerkan cita rasa lokal ke pasar internasional.
Alexander Sebastianus Hartanto (29) – Seniman kontemporer yang karyanya diakui dunia internasional.
Selebriti Dunia yang Pernah Masuk Forbes 30 Under 30
Daftar Forbes 30 Under 30 tak hanya dipenuhi oleh pebisnis dan ilmuwan, tetapi juga oleh selebritas yang punya pengaruh kuat dan kontribusi nyata. Dari Korea Selatan, ada nama-nama seperti:
IU (Lee Ji Eun) – Penyanyi dan aktris yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Hwasa dan Nam Joo Hyuk – Dua ikon hiburan Korea dengan karier internasional dan pengaruh budaya yang kuat.
Dari Indonesia, sosok Maudy Ayunda masuk daftar karena kiprahnya di bidang pendidikan, literasi, dan keberlanjutan. Ia menjadi inspirasi bahwa akademik, seni, dan aktivisme bisa berjalan beriringan. Begitu pula dengan Jerome Polin, yang berhasil memadukan konten edukatif dengan hiburan dan membangun brand pendidikan yang berdampak luas.
Dampak dan Pengaruh bagi Masyarakat
Lebih dari sekadar daftar prestise, Forbes 30 Under 30 punya dampak besar secara sosial dan psikologis. Bagi generasi muda, daftar ini menjadi semacam “role model index” yang membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk berkarya dan berdampak. Mereka yang masuk daftar ini seringkali dijadikan panutan dan bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari satu langkah kecil namun konsisten.
Pandawara Group misalnya, bukan hanya bersih-bersih sungai, tapi juga menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Atlet seperti Rizki dan Veddriq menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya tentang medali, tapi tentang semangat juang dan membangun kebanggaan nasional.
Bukan Sekadar Prestasi, tapi Bukti Potensi
Masuk Forbes 30 Under 30 bukan sekadar prestasi individual, tapi pengakuan akan visi besar dan dampak yang dibawa. Bagi anak muda Indonesia, ini adalah bukti bahwa kita bisa bersaing dan bersinar di panggung internasional. Dari ruang kelas, studio, hingga sungai dan arena olahraga — semua punya peluang untuk masuk dalam radar dunia, asal punya dedikasi dan misi sosial yang jelas.
Melihat tren dan jumlah wakil Indonesia yang terus bertambah, tak berlebihan jika kita optimistis bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga peduli dan berani berinovasi.
Forbes 30 Under 30 adalah mimpi yang mungkin, dan Indonesia telah membuktikannya. Kini giliran generasi berikutnya untuk mengambil tempat dan menciptakan sejarahnya sendiri.