WHO Pastikan Risiko Penyebaran Hantavirus dari Kapal MV Hondius Rendah
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan pernyataan terkait Hantavirus yang penting untuk diketahui masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai bahwa risiko penyebaran hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius masih tergolong rendah, meskipun jumlah kasus yang terkonfirmasi terus meningkat. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan hal tersebut pada Rabu (6/5) melalui platform media sosial X.
"Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat terkait hantavirus relatif rendah," tulis Tedros.
Sebelumnya, WHO telah mengonfirmasi bahwa strain hantavirus Andes terdeteksi di kapal MV Hondius setelah melalui serangkaian pengujian laboratorium yang dilakukan di Afrika Selatan dan Swiss, sebagaimana dilaporkan oleh laman Antara News pada Kamis (7/5).
Jumlah kasus terkonfirmasi kini mencapai delapan orang setelah satu kasus tambahan teridentifikasi pada seorang penumpang yang telah kembali ke Swiss, di mana tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Merespons situasi ini, pemerintah Spanyol memutuskan untuk mengizinkan kapal tersebut bersandar di Kepulauan Canary.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan hukum internasional serta pertimbangan kemanusiaan. Saat ini, kapal tersebut diketahui sedang berlayar di sekitar perairan Tanjung Verde setelah sebelumnya ditolak untuk berlabuh karena kekhawatiran akan penyebaran penyakit. Setibanya di Kepulauan Canary, seluruh penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemerintah Spanyol juga telah menyiapkan fasilitas medis dan sistem transportasi khusus untuk penanganan serta pemindahan para penumpang. Otoritas setempat menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan dengan prosedur yang ketat untuk menghindari kontak langsung dengan masyarakat setempat.
Langkah-langkah penanganan ini mengacu pada protokol terpadu yang dikembangkan oleh WHO bersama dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) untuk memastikan bahwa standar keselamatan tetap terjaga. Berdasarkan penjelasan WHO, hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Penularan umumnya terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur dari hewan pengerat yang terinfeksi, meskipun dalam beberapa kasus juga dapat terjadi melalui gigitan.