Trump Nilai Inggris Tak Cerminkan Sekutu Sejati
Izin itu berkaitan dengan operasi AS yang menargetkan kemampuan rudal Iran.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku terkejut dengan respons Inggris yang dinilai terlambat memberikan izin penggunaan pangkalan militer bagi pasukan AS.
Izin itu berkaitan dengan operasi AS yang menargetkan kemampuan rudal Iran. Rudal tersebut disebut-sebut mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Saya cukup terkejut dengan Inggris. Mereka seharusnya bisa bertindak lebih cepat,” ujar Trump kepada wartawan, Jumat, dikutip dari Middle East Monitor, Minggu (22/3/2026).
Ia menilai keterlambatan itu tidak mencerminkan eratnya hubungan antara kedua negara.
Dari pihak Inggris, kantor Perdana Menteri di Downing Street mengonfirmasi bahwa kabinet telah menyetujui perluasan akses bagi militer Amerika Serikat ke sejumlah pangkalan Inggris.
Kesepakatan tersebut mencakup dukungan terhadap operasi defensif AS, termasuk upaya melemahkan fasilitas rudal Iran serta kemampuan yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Gedung Putih juga menyebut Trump telah menyampaikan langsung kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahwa ia berharap Inggris bisa bergerak lebih cepat dalam memberikan dukungan.
Konflik AS, Israel, dan Iran
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari.
Serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke berbagai wilayah di kawasan, sekaligus membatasi sebagian besar aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Padahal, jalur ini merupakan salah satu titik vital perdagangan energi dunia, dengan aliran sekitar 20 juta barel minyak per hari serta hampir 20 persen perdagangan gas alam cair global.